Berita

ari junaedi/net

Amunisi untuk Menghabisi PDIP Semakin Bertambah dengan Kabinet Bayangan

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 10:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Daftar kabinet bayangan yang muncul ke publik dan disusun tanpa keputusan resmi DPP PDI Perjuangan merupakan bentuk ketidaksabaran kader-kader PDI Perjuangan sendiri untuk masuk di lingkar kekuasaan.

"Padahal seharusnya, buktikan dulu terpilih di pemilu, lihat rekam jejak sendiri apakah dekat dengan rakyat dan juga imun dengan korupsi," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 28/2).

Di saat yang sama, lanjut Ari Junaedi, keluarnya daftar kabinet bayangan PDI Perjuangan tersebut semakin menambah amunisi lawan-lawan politik untuk "menyembelih" banteng moncong putih. Akhir-akhir ini saja, serangan demi serangan terus dilancarkan ke arah Jokowi. Bahkan "curhat" Walikota Surabaya Tri Rismaharini dijadikan santapan politik elit-elit Demokrat, Gerindra, Golkar, dan PPP untuk mendegradasi PDIP.


"Yang lebih dahsyat lagi, mereka mengadu domba bahkan membenturkan Jokowi dengan Risma atau Risma dengan Megawati," kata Ari, yang juga pengajar Program Pascasarjana di UI, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta.

"Sebaiknya pihak-pihak yang merilis daftar kabinet bayangan itu bisa belajar lagi di bangku kuliahan,"ucap Ari Junaedi yang mengenal betul karakter Megawati Soekarnoputeri karena cukup intens berada di ring-1 Kebagusan dan Teuku Umar di kurun 1997-2010.

Kebagusan dan Teuku Umar adalah kediaman pribadi Ketua Umum PDI Perjuangan di Jakarta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya