Berita

pdip/net

Kabinet Bayangan Bikin Rugi PDI Perjuangan

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 08:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Daftar kabinet bayangan yang muncul ke publik dan disusun tanpa keputusan resmi DPP PDI Perjuangan membuat heboh banyak kalangan.

Di antara nama-nama yang muncul dalam kabinet bayangan itu adalah Arif Budimanta yang didapuk sebagai Menteri Keuangan, Maruarar Sirait yang dianggap cocok untuk Menteri Tenaga Kerja, M. Prakosa sebagai Menteri Pertanian atau Kehutanan, Prof Hendrawan Supratikno dipilih sebagai Kepala Bappenas, TB Hassanudin sebagai Menteri Pertahanan, Budiman Sujatmiko pantas menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Arif Wibowo pas menjadi Menteri Dalam Negeri. Belum lagi ada nama Hasto Kristiyanto selaku Menteri Sekretaris Kabinet, Rohmin Dahuri menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Sri Adiningsih diangkat sebagai Menteri Perdagangan.

Bagi pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi, penyusunan kabinet bayangan dalam konteks situasi politik terkini akan membawa kerugian besar bagi PDIP. Apalagi personil-personil kabinet tersebut banyak yang tidak layak menduduki jabatan tersebut. Belum lagi, pengumuman calon presiden yang paling krusial pun juga masih "diambangkan" oleh Megawati Soekarnoputeri.


"Ibaratnya mau bangun rumah, pondasi aja belum dibikin eh masih ada juga yang nawarin genteng. Maksud saya pondasi itu adalah pencapresan dan kabinet itu seperti genteng," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 27/2).

Ari pun mengingatkan, untuk menghadapi tantangan yang besar mendatang, terutama masalah ekonomi, ancaman disparitas yang makin besar antara pusat dan daerah serta globalisasi di segala aspek kehidupan, PDI Perjuangan harus mengajak komponen bangsa yang lain untuk berpartisipasi di kabinet. Dan tentu saja, tidak elok bila hanya mengumpulkan kader-kadernya sendiri dalam satu kabinet.

"Ini namanya kabinet serakah, bukan kabinet gotong royong namanya," tegas Ari Junaedi, yang juga pengajar Program Pascasarjana di UI, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya