Berita

mahfud md/net

Mahfud MD: Tidak Ada Bentuk Negara Tertentu yang Diwajibkan Islam

KAMIS, 27 FEBRUARI 2014 | 08:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada yang keliru tentang istilah syariat Islam di masyarakat. Seakan-akan menegakkan syariat Islam itu harus berbentuk negara Islam tertentu seperti di masa lalu atau meniru negara lain.

Demikian disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Moh Mahfud MD. Menurut Mahfud, syariat Islam mencakup rahmat bagi alam, perlidungan hak asasi manusia, toleransi, keadilan dan lain-lain. Dan tidak ada bentuk negara tertentu yang diwajibkan oleh Islam.

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang, Mahfud melanjutkan, banyak bentuk negara yang semua mengaku untuk menegakkan syariah Islam. Dan ini menjadi bukti bahwa tidak ada bentuk negara tertentu dalam Islam.


"Jadi kita sudah sangat Islami jika memperjuangkan keadilan dan toleransi kemanusiaan. Kalau mau bicara terjadinya ketidakadilan, ya, terjadi dimana-mana juga," kata Mahfud dalam akun twitter-nya @mohmahfudmd, pagi ini (Kamis, 27/2).

Di dalam negara berbentuk apapun, Mahfud melanjutkan, ada ketidakadilan dan bahkan pelanggaran moral yang menjijikkan. Dan ini, bukan soal bentuk negara melainkan soal moral sesorang. Misalnya dulu juga, ada imam-iman yang dipenjara karena beda paham dengan penguasa, ada kompleks harem dan lain-lain.

"Yang pokok, tegakkan keadilan, memimpinlah dengan amanah, lindungi manusia, bertaqwalah kepada Tuhan. Ittaquu rabbakum. Itulah syariah," demikian Mahfud MD. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya