Berita

ali masykur musa/net

Ali Masykur: Indonesia Sejahtera Bila Uang Negara Benar-benar untuk Rakyat

SELASA, 25 FEBRUARI 2014 | 19:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, tercatat ada 315 kepala daerah setingkat gubernur, bupati dan wali kota yang terseret kasus korupsi dan diproses hukum. Jumlah itu merupakan buah dari hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Tugas BPK selamatkan keuangan negara," kata anggota BPK, Ali Masykur Musa, dalam seminar bertajuk "Peran BPK RI, Implementasi Penegakan Tindak Pidana Korupsi" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, di Karawang (Selasa, 25/2).

Menurutnya, BPK dalam melaksanakan tugas tetap objektif. Tidak peduli meskipun yang diperiksa itu adalah pihak-pihak yang dikenal.


"Walau ada orang yang saya kenal, mohon maaf dengan segala hormat karena temuan BPK mereka melakukan korupsi," katanya, sambil mengatakan korupsi itu banyak terjadi dalam sumber penerimaan negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan, pasal 33 UUD 45 sudah menyebutkan bahwa sumber itu harus dikuasai negara dan diperuntukan bagi kemakmuran rakyat. Namun, kata dia, faktanya tidak demikian.

"Tidak cocok antara idealisme dan praktek. Tidak sesuai, sehingga pengelolaan sumber ekonomi belum menjadi bagian RI," kata Ali di hadapan mahasiwa.

Ali mengatakan, Indonesia akan  sejahtera kalau bisa menyiapkan sumber penerimaan negara untuk rakyat melalui APBN. Pada 2013 APBN berjumlah Rp 1.700-an triliun. Pada 2014 naik menjadi sekitar Rp 1.820 triliun.

"Namun, kenyataannya belum semua bisa dirasakan masyarakat," katanya lagi, sambil mengungkapka bahwa BPK akan terus menyelamatkan keuangan negara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya