Berita

roy suryo/net

Politik

KERATON SOLO

Roy Suryo: Mungkin, Rahmad Pribadi Saking Sibuknya Kampanye Jadi Tidak Tahu...

SELASA, 25 FEBRUARI 2014 | 10:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Menteri Pemuda dan Olahraga, KRMT Roy Suryo, secara pribadi menyesali tuduhan dari pihak yang menyebutnya "mengail ikan dalam air keruh" atau mengambil manfaat politis atas konflik Keraton Solo.

"Saya senyum saja. Perkara siapa yang 'lebih pantas' dan yang 'tidak', biar publik yang menilainya, bahkan boleh juga kalau mau mengkonfirmasi kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X, juga Walikota Solo Pak FX Rudi Hadiyatmo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, karena beliau-beliau semua sudah tahu apa dan bagaimana seharusnya," kata Roy kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 25/2).

Kemarin diberitakan oleh situs ini, Rahmad Pribadi (klik di sini) , yang mengklaim sebagai pemerhati budaya, mengatakan, sebagai orang Jawa dirinya merasa risih melihat kelakukan Roy Suryo. Penyelesaian konflik Keraton Solo dengan cara mengundang dua tokoh sentral yakni Paku Buwono XIII Hangabehi dan Panembahan Agung Tedjowulan ke Gedung Agung di Yogyakarta menyalahi pakem yang ada. Dia menilai langkah itu lebih bermuatan politis daripada upaya untuk menyelesaikan masalah.  


"Mungkin Rahmad, saking sibuknya Kampanye di Dapil Jogja karena dia sebenarnya adalah caleg Nomor 3 Partai Golkar dari Dapil Jogja, tidak tahu bahwa sudah ada pertemuan dengan pejabat-pejabat itu sebelumnya, bahkan dengan mayoritas keluarga besar Keraton Solo," kata Roy Suryo yang juga politisi Demokrat.

Ia menambahkan, penyelesaian yang sangat bijak dan solutif kemarin tidak hanya sudah melibatkan Walikota Solo dan Gubernur Jateng, tetapi juga semua pihak. Bahkan Roy mengaku sudah meminta "izin" kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X dan Kangjeng Gusti SP PA IX sebelumnya.

"Jadi terlalu sempit jika dikaitkan dengan politik, apalagi yang berkomentar ini juga sedang menjadi Calon Legislatif juga yang tentu perlu panggung. Case closed, sudah jelas arah dan maksudnya," tegas mantan anggota Komisi I DPR itu. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya