Berita

Lembaga Perdamaian Dunia Puji Wiranto dalam Mengawal Transisi Demokrasi

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 15:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus sebagai Panglima ABRI (Pangab) di tahun 1998, Wiranto berhasil mengawal transisi damai dan demokrasi di Indonesia tanpa pertumpahan darah. Dan bahkan, proses merdekanya Timor Leste juga tidak lepas dari peran Wiranto sebagai Pangab yang mengawal transisi itu.

Demikian disampaikan Dr. Agraha dari Sri Chinmoy Centre saat bertemu dengan Wiranto, di kantor DPP Partai Hanura, hari ini (Senin, 24/20. Kedatangan Agraha ini pun bukan sekedar untuk wawancara, melainkan juga untuk membuat film dokumentar.

Sri Chinmoy Centre sendiri merupakan sebuah lembaga perdamaian dan kemanusiaan dunia yang didirikan oleh tokoh spiritual dunia Sri Chinmoy yang bergerak di bidang perdamaian dan kemanusiaan dunia berbasiskan spirituliatas. Sri Chinmoy sendiri meninggal pada tahun 2007, namun saat ini telah ada 350 Sri Chinmoy Centre di seluruh dunia.


Dalam wawancaranya dengan Agraha, Wiranto menjelaskan bahwa langkahnya mendukung proses  transisi dan merdekanya Timor Leste adalah wujud  dukungan dari keputusan politik yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dimana saat itu Habibie menjadi Presidennya. Ketika berpangkat kapten, dan ikut terjun ke Timtim waktu itu, Wiranto juga sudah melihat begitu banyak korban bergelimpangan baik dari pihak ABRI, dan rakyat Timtin, dan saat itu ia berikrar ketika suatu saat nanti  bisa menentukan kebijakan, maka dia akan menghentikan pertumpahan darah ini.

Dalam kesempatan itu, Wiranto menegaskan bahwa ia memiliki Kepres No.16/1998 untuk mengambil alih kekuasaan jika diperlukan. Namun ia menilai jika  memanfaatkan Kepres itu maka akan terjadi konflik horisontal, bahkan berpotensi menjadi perang saudara.

"Itulah mengapa saya menegaskan untuk mendukung dan mengawal proses peralihan itu secara damai," ujar Wiranto.

Agraha pun merasa tepat menemui dan mewawancarai Wiranto sebagai mana yang diusulkan Habibie. Dengan wawancara ini ia mendapat gambaran luas termasuk landasan spiritualitas sikap Wiranto saat itu. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya