Berita

yusril ihza mahendra/net

Yusril: Semoga Saya Tidak Dipersalahkan Bila Terjadi Sesuatu yang Buruk dalam Pemilu 2014

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 09:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Karena Mahkamah Konstitusi (MK) belum juga menggelar sidang pleno uji materil UU Pilpres, sementara waktu kampanye pemilihan legislatif sudah kian dekat, Yusril Ihza Mahendra memprediksi penyatuan Pileg dan Pilpres sebagaimana permohonannya baru akan dilaksanakan dalam Pemilu 2019. Ini juga berarti presidential treshold dalam pencapresan 2014 masih akan tetap berlaku

"Kalau seperti itu keadaannya, oligarki politik akan terus bertahan, setidaknya sampai 2019," kata Yusril Ihza Mahendra, pagi ini (Senin, 24/2), dalam akun twitter-nya @Yusrilihza_Mhd.

Untuk menghentikan oligarki politik ini, Yusril merasa sudah berusaha melakukan perubahan melalui uji materil UU Pilpres. Dan bila pun ia gagal, dengan melihat gelagat MK yang nampaknya menunda-nunda sidang, ia hanya bisa mengambil hikmanya.


Sebagai akademisi hukum tatanegara maupun sebagai aktivis pergerakan, Yusril juga merasa sudah berbuat dengan apa yang ia yakini sebagai yang terbaik bagi bangsa dan negara.

"Kalau terjadi sesuatu yang buruk dalam Pemilu kali ini dan juga dalam perjalanan bangsa lima tahun ke depan, semoga saya tidak dipersalahkan," ungkap Yusril, sambil mengatakan tugasnya hanyalah mengingatkan dan kewajibannya adalah berbuat maksimal sesuai dengan kemampuan.

"Semoga yang terbaik jugalah yang terjadi pada bangsa ini, yang makin hari dalam penilaian saya, makin carut marut. Orang seperti saya, mungkin lahir mendahului zaman, tak sesuai bagi zaman seperti sekarang," demikian Yusril. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya