Berita

sby/net

Alasan Ini yang Membuat SBY Tak Bisa Raih Anugerah Negarawan

JUMAT, 21 FEBRUARI 2014 | 21:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di antara enam presiden yang sudah berkuasa, hanya Presiden SBY yang tidak akan mendapat Negarawan Award dari Negarawan Center. Hal ini terjadi, sebab Negarawan Center sangat dilematis dalam menentukan apakah legacy yang sudah diberikan oleh Presiden SBY kepada Indonesia selama 10 tahun memimpin Indonesia.

Negarawan Award sendiri diberikan kepada presiden dan wakil presiden yang pada masa kepemimpinannya telah menyumbangkan karya nyata yang monumental dan abadi, atau legacy, kepada bangsa dan negara, yang akan dikenang oleh generasi penerus bangsa Indonesia sepanjang masa.

"Jika dikaitkan dengan proses perdamaian di berbagai daerah konflik di Indonesia seperti di Aceh dan Poso misalnya, maka yang sangat aktif dan dominan tokoh penggeraknya adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla. Secara objektif, sulit menemukan apa legacy yang akan ditinggalkan oleh Presiden SBY untuk Indonesia," kata Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 21/2).


Pada sisi lain, suka atau tidak suka, lanjut Johan, harus diakui bahwa keadaan Indonesia paska lengsernya Presiden SBY sangatlah rentan karena pemerintahan SBY-Boediono meninggalkan berbagai masalah kompleks. Selama Presiden SBY memimpin, lonjakan hutang NKRI melesat sekitar 55 persen dari total hutang yang ada sejak Indonesia merdeka.

Di saat yang sama, lanjut Johan, ada banyak masalah lainnya seperti semakin maraknya korupsi di kalangan pemerintahan pusat dan daerah, krisis energi, krisis pangan, defisit neraca perdagangan, anjloknya cadangan devisa negara, meledaknya biaya penyelenggaraan negara akibat gemuknya birokrasi pemerintahan SBY, krisis kepemimpinan dan keteladanan, semakin tingginya kriminalitas, semakin mahal dan tidak terjangkaunya biaya pendidikan dan kesehatan, dan berbagai masalah kompleks lainnya.

"Semua masalah ini akan menjadi pekerjaan berat bagi Presiden berikutnya dan dapat menjadi bom waktu bagi seluruh bangsa Indonesia," demikian Johan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya