. Di antara presiden yang akan mendapat Negarawan Award dari Negarawan Center adalah Presiden RI Soekarno. Sebab Soekarno telah membuat legacy sebagai tokoh pendiri dan pemersatu bangsa, proklamator kemerdekaan dan Bapak Ideologi bangsa Indonesia.
Presiden berikutnya, kata Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, adalah Presiden Soeharto. Soeharto berhasil memodernisasi dan melakukan pembangunan fisik di Indonesia hingga dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan.
Ketiga adalah Presiden BJ Habibie. Habibie diberi anugerah karena membangun kesadaran akan inovasi dan teknologi bangsa Indonesia, mencerdaskan bangsa dengan program beasiswa bidang iptek, dan mewujudkan demokrasi yang seutuhnya di Indonesia.
"Keempat adalah Presiden Abdurachman Wachid karena sangat konsisten dan teguh dalam memberikan perlindungan dan kesamaan hak kepada kaum minoritas di Indonesia, serta memberikan keteladanan dalam menjaga pluralisme di Indonesia," kata Johan kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 21/2)
Presiden berikutnya yang mendapat anugerah ini, lanjut Johan, adalah Megawati Soekarnoputri. Sebab Megawati sudah enjadi pemimpin bangsa yang sangat kokoh dalam mengawal ideologi Pancasila dan pemimpin yang sangat teguh pendiriannya dalam menjaga keutuhan NKRI.
Sementara itu, lanjut Johan, ada empat Wakil Presiden yang akan mendapat anugerah ini. Pertama, Wakil Presiden RI Muhammad Hatta sebagai proklamator kemerdekaan, memberikan keteladanan pemimpin yang sederhana dan bersahaja dan membangun fondasi ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Kedua, Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX karena sangat berjasa dalam membangun budaya keteladanan dan kepemimpinan di Indonesia, sangat dikenal dengan jiwa sosialnya, serta keihklasannya berkorban untuk kemerdekaan Indonesia.
Ketiga adalah Wakil Presiden Try Soetrisno karena merupakan pemimpin bangsa yang bersahaja, selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat serta teguh dan konsisten dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
"Keempat adalah Wakil Presiden M. Jusuf Kalla karena menciptakan perdamaian di Indonesia dan lingkup dunia, tokoh pemersatu bangsa, pemimpin yang pluralis dan merangkul semua orang, serta memiliki kesetiakawanan dan kepedulian sosial yang tinggi," demikian Johan.
[ysa]