Berita

megawati/net

Megawati Dikabarkan Gelisah Bila Partai Islam Benar-benar Hancur

KAMIS, 20 FEBRUARI 2014 | 08:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dari pemilu ke pemilu, suara partai Islam atau partai berbasis massa Islam semakin terpuruk saja. Bahkan, untuk Pemilu 2014, sebagaimana terekam dalam hasil survei, banyak partai Islam atau berbasis massa Islam akan bertumbangan.

Dalam hal ini, bukan saja para aktivis muslim yang khawatir. Bahkan, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pun, melihat kondisi ini cukup gelisah dan resah.

Informasi dari dalam PDI Perjuangan menyebutkan, Megawati menilai kekuataan partai Islam atau partai berbasis massa Islam ini sangat penting untuk menjaga stabilitas politik dan sosial Indonesia. Bagaimanapun, kekuatan Islam adalah juga penyumbang utama Kemerdekaan dan keutuhan NKRI.


Megawati, disebutkan, gelisah bila poros Islam ini menjadi lemah.  Megawati resah bila partai Islam atau partai berbasis massa Islam ini, yang merupakan penyalur aspirasi umat Islam itu tidak ada lagi. Bisa-bisa, saluran aspirasi itu tidak tertampung lagi, lalu menggunakan saluran lain di luar cara-cara yang Konstitusional.

Kegelisahan Megawati ini, juga disebutkan, didasari karena kecintaan yang sangat mendalam pada Indonesia Raya; satu cita-cita Kemerdekaan yang harus dijaga dan dirawat. Sebab bagi Megawati, yang sangat mendalami dan memahami ajaran Bung Karno, kepentingan bangsa dan negara adalah hal yang utama dibandingkan ego kelompok atau sekat politik.

Dalam praktek politik, dikabarkan, Megawati juga sangat nyaman bergandengan dengan tokoh Islam. Megawati misalnya nyaman saat menjadi Presiden dengan Hamzah Haz Wakil Presiden. Di Pemilu 2004, Megawati juga menggendeng KH Hasyim Muzadi sebagai cawapres. Bahkan, di Pemilu 2009, Megawati juga mau menggandeng tokoh muslim lain, namun akhirnya dengan "terpaksa" harus menggadeng Prabowo karena tidak ada pilihan lain. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya