sby/net
sby/net
"Ini sama saja membiarkan negara kehilangan pemasukan triliunan rupiah. Yang lebih mengherankan, harga LNG untuk dalam negeri dipatok lebih dari 10 dolar AS per MMBTU," kata Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) , Haris Pratama, dalam orasinya di depan Kedutaan Besar China, Kuningan, Jakarta (Selasa, 18/2).
"Harga untuk kepentingan rakyat sendiri lebih mahal hampir tiga kali lipat dibanding yang dijual ke China," sambungnya sambil mendesak Presiden SBY menghentikan penjualan muarah ini.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
UPDATE
Senin, 11 Mei 2026 | 08:20
Senin, 11 Mei 2026 | 08:09
Senin, 11 Mei 2026 | 07:50
Senin, 11 Mei 2026 | 07:40
Senin, 11 Mei 2026 | 07:27
Senin, 11 Mei 2026 | 07:09
Senin, 11 Mei 2026 | 06:40
Senin, 11 Mei 2026 | 06:10
Senin, 11 Mei 2026 | 05:59
Senin, 11 Mei 2026 | 05:40