Berita

ilustrasi/net

Dapat Cawapres Pun Sulit, Paling Realistis Demokrat Terima Tawaran Menteri

SELASA, 18 FEBRUARI 2014 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk mengusung capres sendiri, nampaknya sudah menjadi skenario yang sulit saat ini bagi Partai Demokrat. Dan Demokrat sudah seharusnya memikirkan alternatif jika suaranya di bawah 10 persen.

"Karena dari tren dukungannya yang terlihat dari survei, Demokrat sulit meraih suara di atas 10 persen. Untuk posisi cawapres pun, demokrat juga sulit dilirik capres lain. Karena elektabilitas para peserta konvensi tak ada yang kuat," kata pengamat politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 18/2).

Pernyataan Adji ini menanggapi perkataan Ketua Dewan Pembina Demokrat, EE Mangindaan, yang menyebutkan bahwa jika Demokrat hanya memperoleh 7 sampai 10 persen dalam Pemilu mendatang, Demokrat akan mengusung pemenang Konvensi sebagai cawapres atau bahkan hanya dijatah posisi menteri. Demokrat baru akan mengusung capres bila suara Demokrat mencapai 15 persen.


Menurut Adjie, jika di bawah 10 persen, maka posisi Demokrat sama dengan partai lain, dan harus bersaing untuk merebutkan posisi cawapres. Dan citra partai yang negatif di mata publik, juga menyulitkan posisi tawar Demokrat ke capres lain untuk posisi cawapres.

"Jika skenarionya di bawah 10 persen, pilihan yang paling realisitis ada berkoalisi dengan capres yang paling besar peluang menangnya. Tawaran yang realistis ya hanya menempatkan kadernya dalam kabinet," demikian Adjie. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya