Berita

ilustrasi/net

Kehadiran OJK Penting untuk Awasi Dunia Perbankan dari Mafia

SELASA, 18 FEBRUARI 2014 | 06:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) begitu penting. Di antaranya, untuk menghindari terjadinya kembali kasus seperti Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan skandal Century.

"OJK penting dalam mengawasi dunia perbankan dari para mafia-mafia bank," kata Presidum Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pratama, beberapa saat lalu (Selasa, 18/2).
 
Pentingnya kehadiran OJK ini, lanjut Haris, berdasarkan hasil diskusi interaktif yang digelar Kamerad, Senin kemarin (17/2). Dalam diskusi itu, hadir sebagai pembicara pejabat OJK Achmad Iskandar, politisi Partai Golkar Indra J Piliang dan pengamat Ekonomi Kusfiradi.


Menurut Ahmad, lahirnya OJK ini merupakan perkembangan sistem keuangan dengan segala permasalahannya, dan merupakan amanat UU 3/2004 tentang Perubahan Atas UU 23/1999 tentang Bank Indonesia. OJK pun memberikan harapan baru bagi perbankan, pasar modal hingga lembaga keuangan nonbank.

Sementara Politisi Partai Golkar, Indra J Piliang berharap, dengan berdirinya OJK tidak ada lagi kejahatan di dunia perbankan. Sehingga seluruh uang milik warga negara akan aman, tanpa takut uangnya dicuri.

Sedangkan dalam catatan, Kusfiardi mengatakan dana yang diawasi oleh OJK sangat besar yaitu sekitar Rp 12.000 triliun. Tentu hal ini butuh sebuah konsistensi dari para pejabat OJK.

Haris Pertama pun berharap sosialisasi dalam bentuk diskusi yang dilakukan oleh Kamerad itu bisa memberikan edukasi kepada para mahasiswa yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat luas. Ia berharap Kamerad dan OJK bisa bersinergi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya