Berita

ilustrasi/net

KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Wakatobi

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 16:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut tuntas korupsi yang diduga dilakukan Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua. KPK menjadi harapan sebab aparat penegak hukum di daerah tidak bisa diharapkan lagi.

“Bahkan anggota DPD RI dari Sultra yang berada di Senayan ini juga tidak bisa diharapkan," kata  aktivis anti-korupsi Wakatobi, Moh Daulat, dalam diskusi Dialog Kenegaraan bertema "Mencegah Korupsi Di Daerah"  yang digelar di Jakarta (Senin, 17/2).

Menurut Daulat, dugaan korupsi di Kabupaten Wakatobi dipusatkan di bidang kelautan dan pariwisata. Ketika Sail Komodo dibuka, misalnya, Hugua mengundang 21 orang Eropa, dengan anggaran sekitar Rp 15 miliar.


Selain itu, lanutnya, ia kerap menghadirkan para artis dari Jakarta untuk meramaikan berbagai kegiatan di daerah. Biaya untuk menghadirkan artis per tahun mencapai Rp 5 miliar.

Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Daulat  pun sudah melaporkan kasus penyimpangan yang dilakukan Bupati Hugua tersebut ke KPK dan Mabes Polri, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Sementara, pengamat Politik Boni Hargens mengatakan, di daerah saat ini telah terjadi politik bosisme, dimana kekuasaan dan kekuatan modal dikuasai segelintir orang. Mereka itu adalah elite partai politik, para birokrat, pengusaha, dan preman.  

"Mereka inilah yang  mengendalikan politik dan ekonomi daerah secara bersamaan, dan itu sebagai musuh demokrasi lokal," ujarnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya