. Pesantren bukanlah sarang teroris, melainkan institusi penebar rahmat ke seluruh penjuru dunia. Karena itu, anggapan orang dan pihak luar yang menyebutkan pesantren sebagai sarang teroris adalah keliru besar.
Demikian disampaikan Peserta konvensi Capres Partai Demokrat Dino Patti Djalal saat menjawab pertanyaan salah seorang santri pondok pesantren As Salam Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat ia memberikan kuliah umum di hadapan ribuan santri As Salam (Sabtu, 15/2).
"Saya yakin jika Duta Besar Amerika dan negara-negara luar diundang ke sini (pesantren As Salam) mereka akan memandang Islam sebagai rahmatan lil alamin," katanya.
Teroris sendiri menurut Dino bukan lahir dari Indonesia, tetapi dari Pakistan. Itu terlahir karena pemahaman mereka yang keliru dalam memandang Islam, dan mereka telah memperburuk citra Islam itu sendiri
Menurut Dino, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu, lagu mars pesantren As Salam yang dinyanyikan dalam tiga bahasa tidak hanya menunjukkan pesantren As Salam terbuka dengan dunia luar, tetapi juga menunjukkan keunggulan santri As Salam dalam penguasaan iptek.
"Kehidupan santri As Salam jauh lebih baik dari pelajar di Amerika, terutama dalam soal disiplin. Di sini santrinya lebih disiplin daripada pelajar di Amerika yang lebih bebas dan individualistis," kata mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.
[ysa]