Berita

Tiga Langkah Ini Harus Ditempuh SBY dan Demokrat Bila Mau Naikkan Lagi Elektabilitas

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 10:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, menjelang pemilu yang sudah dekat, tidak ada jalan lain bagi Demokrat untuk memperbaiki diri kecuali harus segera kembali kepada AD/ART Partai.

Kedua, kata Direktur Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad, SBY juga harus kembali merawat dan berkerjasama dengan organisasi-organisasi sayap yang selama ini membesarkan Demokrat dan mengantarkan SBY dua kali menuju RI 1. Ketiga, Demokrat sebaiknya juga menghentikan perseteruan dengan kubu Anas Urbaningrum dan kembali menjaga dan memelihara kader-kader muda potensialnya untuk bersatu dan bersama-sama fokus bekerja untuk Pileg 2014.
 
"Setidaknya langkah ini bisa meningkatkan elektabilitas Demokrat dengan jalan mesin politik parpol, sambil kemudian meredam isu-isu korupsi di demokrat melalui kinerja mesin politik Parpol. Sebab memenangkan Pemilu 2014 boleh dikata jauh panggang dari apa bagi Demokrat, perbaikan elektabilitas sebagai langkah paling relaistis," ungkap Yasin.


Saran ini disampaikan Yasin setelah menemukan fakta bahwa persoalan korupsi bukan penyebab utama kehancuran Demokrat. Justru faktor utama kehancuran Demokrat adalah kepemimpinan SBY yang buruk. Setelah menjadi Presiden di 2009, SBY tidak lagi memperdulikan organisasi sayap partai yang selama ini membesarkan dan mengantarkan dirinya menuju kursi RI 1. Padahal kebesaran dan kemenangan Demokrat pada Pemilu sebelumnya sejatinya karena sistem dan mesin politik yang dibangun berjalan dengan baik.

Yasin juga menilai Konvensi Capres Demokrat justru malah merusak mesin partai yang sudah mogok akibat menguatnya perseteruan internal di Demokrat. Dengan Konvensi, muncul faksi-faksi hingga tingkat paling bawah yang memberikan dukungan pada calon-calon peserta Konvensi Capres Demokrat. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya