. Saat ini, menjelang pemilu yang sudah dekat, tidak ada jalan lain bagi Demokrat untuk memperbaiki diri kecuali harus segera kembali kepada AD/ART Partai.
Kedua, kata Direktur Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad, SBY juga harus kembali merawat dan berkerjasama dengan organisasi-organisasi sayap yang selama ini membesarkan Demokrat dan mengantarkan SBY dua kali menuju RI 1. Ketiga, Demokrat sebaiknya juga menghentikan perseteruan dengan kubu Anas Urbaningrum dan kembali menjaga dan memelihara kader-kader muda potensialnya untuk bersatu dan bersama-sama fokus bekerja untuk Pileg 2014.
"Setidaknya langkah ini bisa meningkatkan elektabilitas Demokrat dengan jalan mesin politik parpol, sambil kemudian meredam isu-isu korupsi di demokrat melalui kinerja mesin politik Parpol. Sebab memenangkan Pemilu 2014 boleh dikata jauh panggang dari apa bagi Demokrat, perbaikan elektabilitas sebagai langkah paling relaistis," ungkap Yasin.
Saran ini disampaikan Yasin setelah menemukan fakta bahwa persoalan korupsi bukan penyebab utama kehancuran Demokrat. Justru faktor utama kehancuran Demokrat adalah kepemimpinan SBY yang buruk. Setelah menjadi Presiden di 2009, SBY tidak lagi memperdulikan organisasi sayap partai yang selama ini membesarkan dan mengantarkan dirinya menuju kursi RI 1. Padahal kebesaran dan kemenangan Demokrat pada Pemilu sebelumnya sejatinya karena sistem dan mesin politik yang dibangun berjalan dengan baik.
Yasin juga menilai Konvensi Capres Demokrat justru malah merusak mesin partai yang sudah mogok akibat menguatnya perseteruan internal di Demokrat. Dengan Konvensi, muncul faksi-faksi hingga tingkat paling bawah yang memberikan dukungan pada calon-calon peserta Konvensi Capres Demokrat.
[ysa]