Berita

ilustrasi/net

Konvensi Semakin Menghantarkan Demokrat ke Ambang Kehancuran

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 09:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Konvensi Capres Demokrat diharapkan bisa menjadi salah satu upaya memperbaiki mesin partai Demokrat yang mogok. Namun sayang, faktanya, Konvensi justru malah merusak mesin partai yang sudah mogok akibat menguatnya perseteruan internal di Demokrat.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 13/2),

"Muncul faksi-faksi hingga tingkat paling bawah yang memberikan dukungan pada calon-calon peserta Konvensi Capres Demokrat. Konvensi bahkan semakin menghantarkan pada kehancuran Demokrat karena tidak lagi fokus memenangkan Pileg April 2014," jelas Yasin.


Di bawah kepemimpinan SBY, lanjut Yasin, Demokrat boleh saja percaya diri bahwa konvensi akan menjadi senjata ampuh perbaikan citra diri dan mesin Parpol melalui kinerja para peserta konvensi Capres. Tapi sejatinya konvensi Capres Demokrat tidaklah bernilai, bahkan justru semakin memperumit konflik internal Demokrat yang awalnya hanya terjadi di tingkat atas justru merambah ke tingkat bawah.

"Terbentuk faksi-faksi hingga tingkat bawah dan saling berseteru secara tidak sehat, bukan bersatu memenangkan Pileg 2014 sebagaimana mestinya," ungkap Yasin Mohammad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya