Berita

gpii/net

PP GPII Tidak Akan Minta Maaf Sebelum Maftuh Basyuni Klarifikasi Duluan

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 08:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski sudah diancam akan dibawa ke ranah hukum, PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) tidak akan meminta maaf kepada Ketua Komite Konvensi Demokrat, Maftuh Basyuni, sampai Maftuh mengklarifikasi dulu bahwa dirinya tidak terlibat dalam persoalan tanah di Menteng Raya 58.

Tanah di Jalan Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, adalah tempat sekretariat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) berada saat ini.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Politik PP GPII, Ali Rasyid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 12/2).


"Kami juga menghimbau semua pihak untuk melawan upaya memecah belah organisasi Islam dan mengganggu ukhuwah Islamiyah yang sudah terjalin, apalagi dengan motif-motif kepentingan ekonomi seperti menduduki dan menguasai tanah milik umat," tegas Ali Rasyid.

Sebelumnya, Kuasa hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI), Khoirul Amin, menilai Ketua Umum GPII, Karman BM, telah bohong dan merusak nama baik Maftuh Basyuni dengan menuding Maftuh ada di balik aksi penyerangan kantor GPII dan GPI. Sambil memastikan tidak ada orang GPI yang menyerang sebagaimana dimaksud Karman, Khoirul juga mengatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum bila Karman tak minta maaf.

Kembali ke Ali Rasyid. Ali mengatakan bahwa Muktamar bersama GPI dengan GPII di Medan pada tanggal 9-12 Desember 2013 lalu telah menetapkan GPI dan GPII bergabung menjadi satu kembali ke nama pendirian tahun 1945, yaitu Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Muktamar tersebut juga memberikan amanah kepada Karman BM sebagai Ketua Umum dengan perolehan suara 187, mengungguli kandidat lain Tubagus M. Sholehuddin alias Shod yang memperoleh suara 173, sedangkan 4 suara sisanya abstain. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya