Berita

ilustrasi

Wawancara

WAWANCARA

Bella Patriajaya: Kami Siap Tampung & Obati Caleg-caleg Yang Stres

SENIN, 20 JANUARI 2014 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Soeharto Heerdjan siap mengobati caleg yang stres akibat gagal menjadi wakil rakyat dalam Pemilu 2014.

“Kami siap setiap saat untuk konseling atau lainnya bila ada beban psikis yang dialami para caleg. Kami akan cepat melayani dengan dokter spesialis,” kata Direktur Utama (Dirut) RSJ Dr. Soeharto Heerdjan, Bella Patriajaya saat ditemui di kantornya, Grogol Jakarta Barat, kemarin.

Seperti diketahui, banyak caleg Pemilu 2009 menjadi stres, bahkan mengalami gangguan jiwa, setelah gagal menjadi wakil rakyat.


Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, menjelang pemilu, rumah sakit jiwa perlu diperbanyak untuk antisipasi.

“Pemilu 2009 banyak caleg yang stres,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (7/1).

Bella Patriajaya selanjutnya menyebutkan, kemungkinan caleg mengalami stres dan gangguan jiwa cukup besar mengingat persaingan cukup ketat dengan biaya yang besar.

“Kalau mental caleg itu kuat, tentu tidak stres ,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa itu saja penyebab stres?
Pada umumnya stres ini timbul karena adanya tekanan luar, yakni tekanan psikis sampai daya tahan jiwanya tidak mampu menahan lagi.

Setiap orang ada daya tahan jiwa atau bahasa klinisnya mental mechanism. Saat mental mechanism tidak bisa menahan tekanan dari luar, maka muncul stres. Manivestasi stres pada setiap orang berbeda-beda, tergantung mental mechanism yang sudah terbentuk sejak kecil.

Barangkali biaya yang besar sebagai caleg penyebab stres?
Itu antara lain penyebabnya. Mereka menjadi caleg tentu  mengeluarkan uang tidak sedikit. Ada yang berupa pinjaman, gadaikan barang, dan jual aset, dengan harapan terpilih. Tapi ketika angan-angannya gagal, maka dia tidak siap dan tidak kuat, maka bisa stres.
 
Apa saja tingkatan stres itu?
Kalau stres ringan paling hanya gelisah, susah tidur, malas makan dan lainnya. Tapi paling parah adalah psikotik, itu kategori berat. Kalau sudah begitu harus diambil tindakan pengobatan dan perawatan.

Yang jelas kalau gangguan jiwa berat atau psikotik dia terganggu pola pikir, perilaku dan emosi. Misalnya dia tidak bisa membedakan kenyataan dan hayalan.
 
KPU meminta caleg diperiksa kesehatan baik jasmani maupun rohani, ini bagaimana?
Memang dalam aturan KPU ada yang menyebutkan caleg harus sehat jasmani dan rohani. Nah pengertian masyarakat kesehatan rohani itu adalah kesehatan jiwa.

Saat itu  caleg diperiksa kesehatan jiwanya di pelayanan general chek up kesehatan jiwa di RSJ Dr Soeharto Heerdjan untuk melihat kecenderungan gangguan jiwa atu tidak.   

Bagaimana kalau ada gangguan jiwa?

Ketika  ada kecenderungan gangguan jiwa, maka hasilnya  kami sampaikan ke KPU.  Semua dalam amplop tertutup karena sifatnya sangat rahasia. Yang menentukan lolos atau tidak adalah KPU.
 
Apa tahun 2009 ada caleg yang mengalami gangguan jiwa?
Dari catatan kami kecenderungan ada. Tapi tidak jatuh sampai psikotik. Yang stress ringan ada kok, tapi dia tidak menjadi psikotik.
 
Berapa banyak yang seperti itu?

Tidak banyak kok. Sebab, sejak awal dengan pemeriksaan di general chek up kesehatan jiwa ini bisa kami antisipasi.

Apa RSJ Dr. Soeharto Heerdjan siap tampung caleg stres?
Kapasitas kamar di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan ada 300 kamar. Selama ini hanya sampai 72 persen yang terpakai. Artinya kami siap tampung caleg yang stres.
 
Kalau secara fisik penyebabnya apa?
Ganguan jiwa bisa terjadi karena rusaknya kerja otak dan secara sosial ada obyek yang hilang.

Apa yang menjadi benteng agar tidak stres bila gagal dalam pemilu?
Pertama, jika ada setiap ada masalah, maka para caleg harus bisa belajar mencari solusi, bukan lari dari masalah.

Kedua, harus ada aktifitas lain yang tidak membebani kerja otak. Aktifitas yang dianjurkan adalah menyalurkan hobby.

Ketiga, hal yang juga penting adalah tingkatkan spiritualism. Tiga hal ini saya rasa adalah benteng yang kuat dalam menghindari stres atau gangguan jiwa. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya