Berita

Jusuf Kalla

Wawancara

WAWANCARA

Jusuf Kalla: Pengungsi Gunung Sinabung Sedih Dan Takut Pulang

JUMAT, 10 JANUARI 2014 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Palang Merah Indonesia (PMI) terus memberikan perhatian kepada pengungsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara.

“Perhatian bagi pengungsi diperlukan agar bisa tetap tegar dan sehat,” kata Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

JK, sapaan akrab Jusuf kalla yang Selasa (7/1) melihat secara dekat Gunung Sinabung menyebutkan, saat dirinya ke sana, erupsi semakin lama semakin besar. Makanya, jumlah pengungsi bertambah.


“Saat datang ke sana, pengungsi sebanyak 22 ribu jiwa. Bahkan bisa bertambah. Sebab erupsi Gunung Sinabung terus terjadi,’’ papar bekas Wapres itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Anda menemui semua pengungsi di penampungan?
Sebagian saja. Saya sudah melakukan dialog dengan para pengungsi.

Memang berapa lokasi penampungan pengungsi?
Ada 33 lokasi, sehingga saya tidak bisa mendatangi semuanya.

Konsidi pengungsi bagaimana?
Para pengungsi  tenang-tenang saja karena  dilayani dengan baik. Mereka kebanyakan ditampung di masjid, gereja, asrama-asrama yang ada.

Apa yang dilakukan PMI?

Yang memberikan bantuan tidak hanya PMI. Tapi ada masyarakat sekitar yang tidak terkena dampak dan pemerintah daerah. Kalau saya dari PMI membawakan bahan makanan, pakaian dan distribusi air bersih. Hampir 2,5 bulan PMI melakukan distribusi air bersih dengan mengerahkan banyak ahli dan instansi terkait.

Apa semua kebutuhan sudah tercukupi?
Dalam kunjungan saya ke pengungsi, dibutuhkan banyak bantuan, khususnya dari rumah sakit yang bisa menangani luka bakar.

Apa lagi yang dibutuhkan?
Banyak anak muda yang sedang menempuh pendidikan kuliah membutuhkan keringanan biaya. Mereka merasa sedih dan takut untuk pulang kampung.

Bahkan,  ada 42 mahasiswa terancam putus kuliah. Makanya, saya memerintahkan organisasi saya untuk terus mendata kebutuhan dan keperluan selama menangani bencana dan selalu siap membantu siapapun yang membutuhkan. 

Ada yang menderita sakit parah?
Yang sakit dalam kategori berat atau keras, saya rasa tidak ada. Mereka mulai merasa bosan berada di pengungsian. Memang ada juga penyakit pernafasan. Maka masker tetap diberikan untuk pencegahan lebih lanjut.

Apa itu saja?
Begini, Gunung Sinabung itu berdekatan dengan Brastagi dan Kabanjahe, itu kan udaranya tergolong sejuk. Di sana lebih segar, sehingga  masyarakat lebih nyaman.

Namun mereka mulai merasa bosan. Itu biasa terjadi.

Apa yang dilakukan terhadap kebosanan itu?
Ada tim psikologis yang membantu agar mereka bisa lebih tenang. Dengan kondisi ini. Masyarakat di sana merasa kehilangan kebun jeruk, kebun sayur, sawah, rumah dan peternakan. Semua rusak akibat debu erupsi dari Gunung Sinabung.

Sampai kapan mereka harus berada di pengungsian?
Sampai Gunung Sinabung tenang kembali.

Apa langkah selanjutnya?
Itu juga sudah saya bicarakan bersama teman-teman di TNI, BNPB dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah rehabilitasi lahan. Saya juga sudah bicara dengan bupati dan gubernur. Mulai sekarang saya berharap sudah dipersiapkan tahap rehabilitasi itu.

Yang terpenting dalam situasi darurat begini, masyarakat tetap membutuhkan asupan makanan yang bergizi. Rupanya masyarakat di sana merasa tidak lengkap makan tanpa sayur. Saya akan bantu sayurannya. Kira-kira seperti orang Sunda butuh lalapan, he-he-he.

Sumber dana yang diberikan PMI dari mana sih?

Sebelumnya kan kami memiliki dana untuk bantuan sosial. Selain itu ada dana dari masyarakat saat  pengumpulan dana di bulan bakti PMI. Dari perusahaan-perusahaan juga kami tampung untuk disalurkan melalui PMI. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Termasuk Yaqut dan Fadia Arafiq, KPK Fasilitasi Salat Id untuk 81 Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:18

Haedar Nashir Serukan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08

Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri di Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:47

Idulfitri Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kehidupan Bernegara

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:01

Wacana WFH ASN Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Penghematan BBM

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:40

F-35 AS Nyaris Jatuh, Diduga Dihantam Tembakan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:37

Lebaran di Balik Jeruji, KPK Buka Layanan Kunjungan Keluarga Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:26

Prabowo Selamatkan Rp308 Triliun Uang Negara dari Koruptor

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:45

Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:42

KPK Gelar Sholat Id untuk Tahanan di Masjid Gedung Merah Putih

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:40

Selengkapnya