Berita

as hikam/net

Ingat, Muhaimin Pernah Mengkudeta Gus Dur

RABU, 01 JANUARI 2014 | 19:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan pengamat politik dari UIN Jakarta, Zaki Mubarok patut dipertanyakan validitasnya apalagi jika dimaksudkan untuk melegitimasi para caleg PKB memakai nama dan gambar almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam kampanye mereka.

Meski saat ini sudah menjadi milik bangsa Indonesia, tapi tetap saja nama Gus Dur tidak boleh dimanipulasi secara semena-mena, apalagi untuk kepentingan politik yang berlawanan dengan prinsip beliau

Tak hanya itu,  Zaki Mubarok juga mengabaikan fakta bahwa Gus Dur telah memberi wasiat melarang nama beliau dipergunakan untuk kepentingan politik oleh siapapun yang berlawanan dengan prinsip-prinsip beliau.


"Bukankah PKB Imin (Muhaimin Iskandar) secara faktual telah melakukan kudeta terhadap beliau dalam Muktamar Ancol pada 2008, sehingga legitimasi moralnya patut dipertanyakan," jelas pengamat politik senior AS Hikam (Rabu, 1/1).

Argumen Zaki Mubarok bahwa karena Gus Dur milik bangsa dan, konsekuensinya, nama beliau bisa dipakai oleh semua pihak, menurut Hikam hanya benar separuh. Karena Zaki Mubarok melupakan bagian yang tak kalah penting yaitu bahwa si pemakai juga harus mengikuti aturan yang telah digariskan oleh beliau sendiri, yakni landasan moralitas.

"Kalau tidak, ia justru bertabrakan dengan etos beliau sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan moralitas ketimbang kepentingan jangka pendek dan sempit," demikian Hikam, Menristek era pemerintahn Gus Dur.

Sebelumnya, Zaki Mubarok menjelaskan, Gus Dur saat ini sudah menjadi milik bangsa Indonesia, bukan hanya milik keluarga. Karena itu, siapapun yang satu visi dengan beliau dalam memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, humanisme, dan keutuhan NKRI berhak memasang fotonya sebagai wujud pengagungan atas pemikiran Presiden RI ke-4 tersebut.

"Misalnya kita memasang foto Mahatma Gandhi, masa kita diprotes oleh anaknya? Kan lucu. Gus Dur itu milik bangsa, bukan hanya milik keluarganya," katanya.

Karena itu, menurutnya, penolakan pemasangan foto Gus Dur oleh Yeny Wahid dan Sinta Nuriyah terhadap calon anggota legislatif PKB, meskipun tidak semua, tidak tepat. Kalaupun dahulu pernah ada perbedaan pendapat antara Gus Dur dengan pengurus PKB yang lain, itu merupakan hal yang sangat wajar dan manusiawi. Karena mereka semua adalah manusia yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

"Kalaupun ada perbedaan pendapat kecil yang tidak menyangkut nilai-nilai itu adalah hal yang wajar dan kita tidak perlu berlebihan menanggapinya," tegas Zaki. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya