Berita

hidayat nur wahid/net

Hidayat Nur Wahid Kaget Memenangi Pemira PKS

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 08:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Hidayat Nur Wahid kaget namanya berada di urutan teratas hasil Pemilihan Umum Raya yang digelar PKS. Mantan Presiden PKS ini mengungguli empat nama lainnya, yaitu Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, dan Nurmahmudi Ismail.

Kepada Rakyat Merdeka Online yang menghubunginya pagi ini, (Senin, 30/12), Hidayat mengaku mestinya kader yang lebih muda yang dipilih anggota PKS.

"Kalau hasilnya seperti itu, saya kaget juga. Saya kan sudah lama tidak tampil menyambangi seluruh kader. Saya bukan pengurus harian lagi. Sudah banyak kawan-kawan baru tampil. Harapan saya mestinya, sebagai partai kader, kader bisa mempercayakan kepada yang baru, yang lebih muda. Karena Saya kira wajar, perlu hadir kader muda melanjutkan perjuangan PKS," jelas Hidayat.


Meski begitu, mantan Ketua MPR ini mengapresiasi partainya telah menggelar cara alternatif dalam penentuan siapa calon presiden yang bakal diusung pada Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya, lewat Pemira, PKS ingin menerapkan praktik demokrasi yang melibatkan anggota dalam menentukan capres.

"Jadi ini betul-betul mencoba untuk mempraktikkan demokrasi, anggota diberi hak untuk memlih siapa representase mereka. Bukan hanya capres, tapi juga pemilihan calon DPR/DPRD juga begitu. Itu sudah tradisi di PKS," beber Hidayat.

Walau begitu, PKS tetap menghormati cara dan pilihan masing-masing partai dalam menetapkan jagoan mereka. Ada capres yang dinobatkan langsung; ada dipilih pimpinan pusat; ada lewat konvensi.

"Nah PKS memberikan alternatif cara pemilihan calon presiden, yang bisa memperkaya khazanah politik di Indonesia karena melibatkan kader. Saya kira ini sebuah keberanian dari partai. Dan Partai sudah melakukannya," demikian Hidayat.

Hidayat Nurwahid di peringkat pertama dengan 55.670 suara. Kemudian Presiden PKS Anis Matta di urutan kedua dengan 48.153 suara. Sementara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berada di posisi ketiga dengan 46.014 suara. Menkominfo Tifatul Sembiring di peringkat keempat dengan 31.714 suara. Terakhir Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail di peringkat kelima dengan 20.429 suara.

Kemarin, Sekjen PKS Taufiq Ridho menjelaskan, Anis unggul di 18 provinsi, Hidayat menguasai 14 provinsi, dan Ahmad Heryawan di satu provinsi saja yaitu Jawa Barat. Sedangkan perolehan suara Tifatul dan Nur Mahmudi merata di seluruh provinsi. "Dari 33 provinsi yang melaksanakan Pemira peringkatnya flat kejar-kejaran Hidayat dan Anis. Keduanya saling kejaran-kejaran menempati peringkat pertama," ujar Taufik. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya