Berita

ratu atut/net

KPK harus Balapan dengan Kroni Ratu Atut, yang Semakin Solid

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 08:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disarankan bergerak cepat mengusut dan membongkar kasus suap sengketa penanganan Pilkada Lebak, Banten dan kasus korupsi proyek pengadaaan alat kesehatan dengan tersangka Ratu Atut Chosiyah.

Pasalnya, bukan tidak mungkin kroni-kroni Gubernur Banten itu semakin solid.

"Mau tidak mau KPK harus 'balapan' dengan sisa-sisa dinasti Atut. Atut memang ditahan namun hal ini justru membuat tim mereka semakin solid. KPK harus bergegas untuk melakukan langkah-langkah cepat sebelum semuanya terlambat," jelas aktivis anti korupsi Taufik Basari (Selasa, 24/12).


Dia menambahkan, orang-orang di bawah Ratu Atut akan mempersiapkan diri untuk mencari selamat. Menurutnya, akan ada tim yang akan membuat bukti-bukti baru dan membuang bukti-bukti yang memberatkan Ratu Atut dan diri mereka sendiri.

"Pihak yang ketar-ketir ini justru semakin solid untuk bekerjasama menyelamatkan diri. Dinasti Atut memang sedikit tergoyahkan saat ini, tetapi dinasti itu belum runtuh. Jadi, jangan beri mereka kesempatan bernafas," ujar pria yang biasa disapa Tobas ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, goyahnya kekuatan dinasti Atut ini merupakan titik balik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. KPK, polisi dan seluruh elemen masyarakat harus bekerjasama untuk benar-benar memberantas korupsi di Banten.

"Ini saat yang tepat, seluruh perhatian sedang tercurah pada Ratu Atut, Masyarakat harus bekerjasama dengan pemerintah untuk meruntuhkan dinasti yang selama ini sudah meresahkan masyarakat Banten itu," tandas Ketua DPP Partai Nasdem ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya