Berita

Pdt. Andreas-gita wirjawan

Gita Wirjawan: Jangan Sampai Angka Golput Mencapai Lebih dari 30 Persen

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 18:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partisipasi politik warga pada Pemilihan Umum 2014 mendatang akan menentukan kualitas kepemimpinan nasional, bahkan kepercayaan terhadap sistem demokrasi itu sendiri. Karena itu, kemungkinan tingginya angka golput perlu diantisipasi, termasuk oleh tokoh agama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Barindo Gita Wirjawan dalam pertemuan dengan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Se-Indonesia Pdt. Andreas Yewangoe, di kantor PGI, Jakarta, Senen (23/12). Hadir bersama Gita, Sekretaris Jenderal DPP Barindo Fajar Riza Ul Haq dan pengurus Barindo lainnya, Michael Umbas.

"Pesan politik saya, tokoh agama harus mengimbau umatnya untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu nanti. Jangan sampai angka golput mencapai lebih 30 persen. Itu bahaya karena sistem politik kita bisa melahirkan pemimpin dan para pemangku kebijakan yang tidak berkualitas," ujar Gita.


Bak gayung bersambut, Pdt. Andreas menjelaskan bahwa PGI sudah membuat seruan kepada Umat Gereja untuk tidak golput. Meskipun golput itu pilihan, namun PGI mengimbau agar hak pilih tetap digunakan. "Carilah yang baik diantara calon-calon yang ada dengan segala kekurangannya. Itu sudah kami sosialisasikan di kalangan gereja," kata Pdt. Andreas, yang didampingi Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan beberapa pengurus lainnya.

Dalam perbincangan santai tersebut, kedua pihak juga sependapat bahwa tantangan pluralisme dalam kehidupan beragama harus menjadi agenda penting dalam pemerintahan yang akan datang. "Prinsipnya, negara harus hadir dalam mengatasi konflik-konflik keagamaan, bukan menghakimi. Tegakkan aturan sesuai konstitusi. Negara tidak boleh berteologi dan masing-masing umat harus introspeksi," tegas Pdt. Andreas.

Menurut Fajar, pimpinan Barindo dan PGI sama-sama melihat pentingnya memunculkan kepemimpinan yang mampu mengagregasi realitas pluralisme kebangsaan dalam ranah kebijakan. "Sebagai sosok yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan majemuk, Ketua Umum BARINDO sangat memahami bahkan merasakan keprihatinan keluarga besar PGI mengenai persoalan pluralisme dan minoritas hari ini," pungkas Fajar. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya