Berita

dahlan iskan/net

Empat Penyebab Elektabilitas Peserta Konvensi PD Nggak 'Ngangkat'

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 08:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peserta konvensi Partai Demokrat telah resmi diperkenalkan ke publik pada 15 September lalu. Sejak saat itu, 11 peserta itu mulai bersosialisasi ke masyarakat. Hasilnya, sejauh ini, elektabilitas 11 peserta itu masih jeblok.

Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), tingkat keterpilihan peserta Konvensi hanya berada di divisi kedua capres potensial. Sementara yang terbaru, Cyrus Network menunjukkan peserta Konvensi gagal menembus peringkat lima besar. Tingkat keterpilihan tertinggi hanya bercokol di angka 2,5 persen yang diduduki Dahlan Iskan.

Menurut pengamat politik Gun Gun Heryanto setidaknya ada empat penyebab kenapa elektabilitas peserta Konvensi Demokrat itu tidak 'ngangkat'. Pertama, publik tidak yakin dengan mekanisme konvensi yang diselenggarakan Partai Demokrat. Karena mekanisme konvensi ini belum melembaga dalam sistem kepartaian.


"Demokrat juga tidak terlalu serius memasukkannya ke aturan partai. (Dalam) AD/ART (penentuan capres) masih ditentukan Ketua Majelis Tinggi. Terlebih sistemnya dengan dua kali survei itu. Benarkah pengabsahan konvensi ini survei," ujar Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 17/12).

Kedua, cara peserta konvensi untuk mendekati publik tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan para tokoh yang bakal maju dalam Pilpres mendatang.

"Dalam tiba bulan bulan ini sepi sekali. Artinya sepi, tidak mempunyai nilai keberbedaan. Kan mereka belum running menjadi capres, masih mensosialisasikan diri sebagai peserta konvensi. Langgam sosialisasi nyaris tidak berbeda dengan capres lainnya. Akhirnya memori publik kembali ke sosok yang sudah kuat, seperti Jokowi," jelasnya.

Ketiga momentum konvensi ini sangat tidak menguntungkan. Konvensi digelar pada saat Demokrat dibombardir dengan pemberitaan-pemberitaan negatif. "Ini menutup ruang image kekininan yang positif dari Demokrat," bebernya.

Sementara keempat, kader Partai Demokrat juga dinilai tidak menyambut konvensi itu dengan gegap gempira. "Saya kira basis struktur partai tidak terlampau mendinamisasi konvesi ini sebagai sebuah sistem yang harusnya menjadi kebanggaan mereka. Saya melihat tidak ada gairah yang hidup setelah konvensi ini digulirkan," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya