Berita

jusuf kalla/net

JK: Mandiri harus Tembus 10 Bank Terbesar di Asia

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 14:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri seharusnya mampu menembus 10 besar Bank terbesar Asia. Karena bank pelat merah itu sebenarnya memiliki kekuatan yang cukup untuk menembus peringkat tersebut.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyemangati jajaran Direksi Bank Mandiri dalam acara "Mandiri Road To 2020 To be Indonesia's Most Dominant Bank: Higher, Faster, Stronger" di Ballroom Jakarta Theatre, bilangan Thamrin, Jakarta, Kamis (12/12).

"Presiden (SBY) selalu bangga Indonesia sebagai negara G20. Tetapi kenapa yang menjadi bank terbesar Asia, bukan bank dari Indonesia, bukan Bank Mandiri? Padahal potensi ekonomi Indonesia sebagai negara G20 harusnya jadi modal bagi Bank Mandiri untuk menjadi 10 bank terbesar Asia," kata JK, demikian ia akrab disapa.


JK sangat optimistis Bank Mandiri mampu masuk peringkat 10 besar Asia dengan pengalamannya selama 14 tahun ditambah potensi ekonomi Indonesia. Memang saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat dan kemungkinan berlangsung hingga tahun depan. Tetapi peluang selalu ada bagi Bank Mandiri untuk berkembang lebih besar lagi.

Di samping membesarkan bank, Bank Mandiri sekaligus ikut membangun perekonomian nasional. Untuk mencapai kedua tujuan ini, di tengah naiknya BI rate, langkah yang bisa dipilih Bank Mandiri adalah memperbesar volume dengan menurunkan margin keuntungannya.

Jika Bank Mandiri memperbesar volumenya, maka bank tersebut makin memperluas jangkauan sehingga memberi kontribusi menggerakkan perekonomian nasional. "Itu artinya dua tujuan sekaligus dapat tercapai. Bank Mandiri makin besar, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional," demikian JK. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya