Berita

foto: net

Bisnis

JK: Kenaikan Suku Bunga Tidak Redakan Inflasi, Cuma Mencekik Rakyat

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 12:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kebijakan Bank Indonesia meningkatkan suku bunga dari 6,5 menjadi 7,5 secara gradual adalah suatu tindakan malpraktik. Justru, kebijakan seperti ini yang akan menyengsarakan ekonomi rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Presiden RI 2004-2009, Jusuf Kalla, dalam acara "Mandiri Road To 2020 To be Indonesia's Most Dominant Bank: Higher, Faster, Stronger" di Ballroom Djakarta Theatre, bilangan Thamrin, Jakarta (12/12).

Ketua PMI yang terkenal dengan hitung-hitungan ekonomi efektif ini, mengatakan, tidak ada sejarah menurunkan inflasi dengan menaikkan suku bunga. Yang terjadi malah sektor riil jadi korban.


Dia pun mengatakan bahwa mata uang Rupiah tidak perlu dikhawatirkan. JK meyakini bahwa Rupiah lebih banyak digunakan di dalam negeri, tidak seperti dolar yang digunakan di seluruh dunia.

Menurutnya, Rupiah yang hanya berputar-putar di Indonesia akan menemukan keseimbangan sendiri, tanpa perlu menaikkan bunga. Yang diperlukan rakyat adalah kredit yang cukup untuk menjalankan usaha.

"Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah kucuran dana kredit dengan bunga yang tidak mencekik. Kenaikan suku bunga tak akan menurunkan inflasi. Bunga naik, kredit naik, kasihan rakyat," ujar JK. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya