Berita

Mahfud MD/net

Mahfud MD: Sebagai Umat Islam, Kita Wajib Berpolitik

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 12:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Agama dan politik ibarat saudara kembar, atau dua sisi koin dari satu mata uang yang sama. Keduanya saling melengkapi, tidak bisa yang satu meninggalkan yang lain. Jadi, sebagai umat Islam, kita wajib berpolitik.

Demikian disampaikan Gurubesar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia, Mahfud MD, mengutip pendapat Imam Al Ghazali dalam karya monomentalnya Ihya Ulumuddin pada acara seminar "Islam Dan Politik" yang diselenggarakan IAIN Palu, Kamis (12/12).

Hadir dalam seminar ini, Kapolda Propinsi Palu beserta jajaran, perwakilan Gubernur, politisi, tokoh ormas serta ratusan aktivis mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi setempat.


Kalau umat Islam tak berpolitik, tambah Mahfud MD, dalam orasi ilmiahnya, maka umat Islam akan digilas oleh gerakan politik yang dikendalikan oleh orang lain. Namun, Politik yang dimaksudkan mahfud adalah politik kebangsaan atau politik kenegaraan.

"Politik tidak harus dimaknai sebagai politik praktis yang akhir-akhir ini cenderung kotor dan citranya sedang terpuruk karena banyak politisi yang terlibat masalah korupsi," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Untuk itu, Mahfud mengajak umat Islam melakukan langkah politik dalam dua level sekaligus. Pertama, adalah politik kebangsaan yang bisa memadukan konsep kreatif mengenai hubungan  agama dan negara di negeri yang majemuk ini lewat pikiran-pikiran cerdas seperti yang ditampilkan oleh KH Ahmad Siddiq, Gus Dur, Nur Cholish Madjid dan lainnya.

Langkah kedua, katanya, adalah melakukan politik praktis yakni melakukan perjuangan lewat partai politik. Agar partai politik itu ke depan menjadi sehat, maka orang-orang yang baik, profesional dan jujur harus masuk partai politik.

"Kalau tidak, demokrasi akan menjadi oligarkis dikuasai oleh sekelompok elite yang tak jujur," sambung kandidat Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam rilisnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya