Berita

Boediono/net

PDIP: Demokrat Tak Perlu Kuatir Boediono Dimakzulkan

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 16:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Presiden Boediono disarankan memenuhi panggilan Tim Pengawas Penyelesaian Kasus Bank Century DPR RI.

Dengan pemanggilan itu, kecurigaan-kecurigaan yang selama ini terkait kebijakan bailout bank Century yang ia ambil sewaktu menjabat Gubernur Bank Indonesia bisa diklarifikasi.

"Kita ini hidup tidak panjang usianya. 70-80 dalam tahun. Tapi apa yang kita lakukan ini akan jadi legacy di masa yang akan datang. Kalau ada forum klarifikasi, dimana pun nanti, kalau ada Hendrawan yang terkait dengan masalah itu akan saya gunakan," ujar anggota Timwas Century, Prof. Hendrawan Supratikno, dalam diskusi "Duri dalam Kasus Bank Century" di Warung Daun, Jakarta Pusat, pagi ini (Sabtu, 7/12).


Namun yang menjadi masalah, Partai Demokrat menganggap pemanggilan Boediono itu akan menjadi bola liar di DPR. Kalau sudah menjadi liar, sambung Hendrawan, Demokrat kuatir akan mengarah pada hak menyatakan pendapat alias proses pemakzulan Boediono.

"Padahal, bagi kami, kami hanya menggunakan pasal 72 UU 27/2009 tentang MD3. Pejabat negara apapun yang dipanggil oleh DPR, wajib datang," tegas politikus PDI Perjuangan ini.

Karena itu, Prof. Hendrawan mengingatkan, Demokrat tidak perlu kuatir. PDIP betul-betul ingin menjadikan pemanggilan Boediono sebagai ajang klarifikasi.

"Saya katakan, sekali lagi, PDIP menyatakan dengan tegas, kami menjadikan forum itu menjadi forum yang terhormat, forum yang santun. Kami tidak akan plin-plan, tidak akan mencla-mencle. Politik sering tidak terduga. Tapi saya ingin menyatakan, reputasi dan kredibilitas justru dibangun karena segala sesuatu menjadi terduga," tegas Prof. Hendrawan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya