Berita

Jusuf Kalla/net

JK: Syarat Mandiri, Indonesia Harus Maju Dahulu

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 14:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebuah bangsa tidak akan bisa mandiri selama belum bisa membangun bangsanya menuju kemajuan.

Hal itu disampaikan bekas Wakil Presiden HM Jusuf Kalla saat memberikan ceramah entrepreneurship bertema "Peran Mahasiswa untuk Membangun Kemandirian Bangsa dalam Persaingan Global" di Universitas Muhammadiyah Tangerang, di gedung Puspitek, Serpong, Sabtu (7/12).

"Kemandirian akan tercapai jika bangsa itu sudah maju. Kita akui, Indonesia masih belum bisa mendiri karena belum menjadi negara maju," ungkapnya.


JK, demikian sapaan akrab Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu menjelaskan, Indonesia sebenarnya sangat bisa menjadi negara maju. Apalagi, syarat untuk menjadi maju semua tersedia, diantaranya kekayaan alam, penduduk yang besar, infrastruktur, dan lain sebagainya.

"Namun, meski semua tersedia, Indonesia belum bisa maju. Mengapa? Karena kita masih tertinggal dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan SDM yang unggul. Inilah masalah kita," ujar JK.

Pria yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu tetap optimis Indonesia menjadi negara maju. Syaratnya, bangsa ini terus memacu kerja keras, meningkatkan pengetahuan dan teknologinya, dan spirit untuk maju.

"Banyak negara maju seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan lainnya, miskin kekayaan alamnya. Tapi mereka unggul SDM dan teknologi. Selain itu, semangat untuk maju juga sangat kuat dan besar. Makanya mereka maju," lanjut JK.

Ia berharap, perpaduan kekayaan alam dan keunggulan pengetahuan teknologi serta semangat untuk maju, akan bersinergi mengantarkan Indonesia menjadi negara yang makmur dan maju. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya