Berita

sby-ani yudhoyono/net

Politik

Di Sumenep, SBY Dengarkan Curhat Petambak Garam

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 11:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kedatangan Presiden RI, Susilo B. Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, ke Pulau Madura dan berkomunikasi dengan rakyat adalah kesempatan langka bagi rakyat di sana. Kesempatan ini digunakan rakyat jelata untuk menyampaikan unek-unek.

"Garam menjadi mata pencarian sehari-hari kami, jika boleh kami ingin memberi masukan dan permohonan sebagai rakyat jelata untuk Bapak memperjuangkan nasib kami, yaitu harga garam," ujar petambak garam, Rusdi, di depan SBY dan sejumlah menteri di PT. Garam (Persero) Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (5/12).

Presiden SBY yang mendapat limpahan curhat mengaku paham bahwa garam merupakan simbol Madura. Harga garam saat ini memang fluktuatif. Namun, harus ada ada batas kepatutan harga agar petani dapat penghasilan yang layak.


"Saya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian akan membicarakan bagaimana yang paling baik," kata Presiden SBY, dikutip dari presidenri.go.id.

Pemerintah akan terus berupaya agar persoalan harga komoditas pertanian bisa membawa penghasilan layak bagi petani, termasuk mereka yang mengusahakan garam.

Rusdi juga menyampaikan permohonan agar muara yang sudah mulai mendangkal dapat dikeruk sehingga melancarkan arus perekonomian masyarakat. Menanggapi hal ini, SBY akan menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum untuk mengadakan program pengerukan yang diminta masyarakat tersebut.

"Nanti diatur mana yang kewajiban Pemerintah Pusat, Pemerintah Jawa Timur, dan Pemerintah Sumenep," jelas SBY. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya