Berita

boediono/net

Politik

Dipo Alam Dukung Boediono Abaikan Kegenitan Politik DPR

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 10:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mendukung sikap Wakil Presiden (Wapres) Boediono yang memutuskan untuk tidak akan hadir memenuhi panggilan Tim Pengawas (Timwas) Century, pada Rabu dua pekan mendatang (18/12).

"Masalah Bank Century sudah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pak Boed (panggilan akrab Boediono) sudah benar menolak undangan Timwas," tulis Seskab Dipo Alam di akun twitternya @dipoalam49, Rabu malam (4/12).

Seskab mengingatkan bahwa Timwas Bank Century adalah para politisi, bukan penegak hukum. Karena itu, Seskab mengulang pendapatnya yang pernah disampaikan pada beberapa waktu lalu agar Boediono mengabaikan saja panggilan Timwas Bank Century DPR.


"Abaikan saja. Itu saya sampaikan ke Seswapres untuk disampaikan ke Pak Bud," ucap  Dipo Alam.

"Timwas Century bukan penegak hukum, Pansus Jilid II, atau Pengadilan, karenanya tak bisa panggil-panggil orang seenaknya. Apalagi Wakil Presiden," kata Dipo.

Menurut Dipo Alam, ia hanya ingin menempatkan masalah dalam proporsi yang benar. Dalam menjalankan fungsi tata kelola manajemen kabinet, ia juga bertugas melindungi Presiden dari bahan olok-olokan atau permainan oleh siapapun.

"Saya menangkap kesan, panggilan ini hanya mainan politik supaya dilihat bekerja atau tidak," tegasnya.

"Ini kan sudah masuk tahun politik dan ada kaitan dengan kegenitan politik, barangkali terkait dengan pencalegan," ujar Dipo. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya