Berita

Gerindra Besar di Sosmed bukan Karena Membonceng Jokowi atau Mega

RABU, 04 DESEMBER 2013 | 12:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gerindra menjadi partai besar di media sosial karena komitmen tim dalam berinteraksi dengan rakyat, bukan karena memainkan isu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Gerindra besar di Twitter bukan karena menunggangi isu atau tokoh tertentu seperti analisa Katapedia. Kita besar karena kita menjawab aspirasi masyarakat. Setiap mention, kita balas. Setiap pertanyaan, kita jawab tuntas,” tegas Kabid Kominfo DPP Gerindra Ondy A. Saputra dalam siaran persnya (Rabu, 4/12).

"Kita satu-satunya partai yang menyediakan sebuah ‘after sales service’ untuk semua pemilih Gerindra. Seperti dipaparkan oleh Ketua umum kami dalam sebuah acara di televisi nasional,” sambung Ondy.


Ondy menegaskan hal tersebut menanggapi pernyataan CEO lembaga survei Katapedia, Deddy Rahman. “Gerindra populer karena Jokowi dan Megawati,” kata Deddy Rahman Senin kemarin.

Ondy menjelaskan, kepopuleran Gerindra di media sosial tidak tersaingi oleh partai politik lain sampai saat ini. Hal ini terbukti dengan jumlah anggota di Facebook sebanyak 1,6 juta anggota sehingga menempatkan Facebook Gerindra sebagai Facebook partai politik dengan jumlah anggota terbesar di dunia. Ondy memaklumi jika ada pihak yang kurang suka terhadap fakta tersebut.

"Kepopuleran kami di media sosial memang sering mengundang tanya dari pihak-pihak tertentu. Tapi kami tegaskan sekali lagi, bahwa kesuksesan kami datang karena kualitas, bukan karena menumpang nama atau cara licik lainnya,” demikian Ondy. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya