Berita

JK: Soal Jilbab, Contoh Saja Polwan Inggris

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 12:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kapolri Jenderal Sutarman telah menyetujui Polisi Wanita (Polwan) muslimah yang ingin mengenakan jilbab. Bahkan, menurut Kapolri beberapa waktu lalu, pemakaian jilbab bagian dari hak asasi manusia.

Namun demikian, tak berselang lama, Polri menerbitkan telegram rahasia yang meminta penundaan pakaian muslimah tersebut. Polri beralasan, penggunaan jilbab menunggu aturan resmi tentang pengenaan jilbab tersebut.

Terbitnya telegram ini telah menimbulkan polemik di masyarakat. Jika dibiarkan, dikhawatirkan polemik tersebut tidak produktif dan hanya menguras tenaga saja.


Menanggapi hal itu, mantan Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berharap agar polemik soal jilbab Polwan segera diakhiri.

"Bagi Pak JK, soal jilbab Polwan, gampang saja. Lihatlah para polisi wanita muslimah di Inggris. Mereka mengenakan jilbab bagi yang ingin mengenakan. Itu saja. Jangan banyak berdebat," ujar Jurubicara DMI Hery Sucipto mengutip pernyataan JK sesaat lalu (Selasa, 3/12).

Menurutnya, Polwan berjilbab boleh jadi pelayanannya akan semakin mantap dan lebih baik. Masyarakat pun, lanjut dia, akan menilai lebih positif.

"Pak JK berpandangan, agar media, terutama yang memberi perhatian khusus kepada masalah ini, menampilkan gambar polwan di Inggris atau negara lain yang membolehkan pengenaan jilbab. Gambar lebih berbicara dan bermakna ketimbang kata-kata," pungkas Hery. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya