Berita

dipo alam/net

Lagi, Dipo Alam Ngaku Tidak Kenal Penyuap Rudi Rubiandini

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 20:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam kembali menegaskan dirinya sama sekali tidak mengenal Komisaris Utama PT Kernel Oil Pte Ltd Widodo Ratanachaitong atau Deviardi yang terlibat kasus penyuapan kepada mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

“Saya tidak kenal yang namanya Widodo Ratanachaitong, tidak kenal dengan yang namanya Deviardi, tidak pernah berjumpa dengan mereka di manapun, dan kapanpun,” tegas Dipo Alam, Jumat (29/11).

Dipo Alam mengaku sama sekali tidak mengerti pengaitan namanya dalam kasus yang melibatkan Widodo dan Deviardi itu. Ia menegaskan, sekalipun tidak pernah bertamu dengan Rudi maupun Widodo.


"Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Seskab sama sekali tidak mengurus kebijakan dan keputusan dalam tender-tender di SKK Migas atau sektor teknis dari kementerian lain," tegas Dipo, seperti dilansir situs Setkab.go.id.

Pernyataan itu disampaikan Dipo Alam menanggapi pernyataan Deviardi, mantan pelatih golf Rudi Rubiandini, dalam persidangan dengan terdakwa Komisaris PT Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya kemarin.

"Dari keterangan yang disampaikan Widodo ke saya, dia main di SKK Migas. Dia punya tujuh perusahaan minyak, ada jaringan ke Istana, DPR, dan Dipo Alam. Kata dia, kalau Rudi berhubungan dengan Widodo, membuat Ibas dan Istana tenang," kata Deviardi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya