Berita

foto: net

Pertahanan

INDONESIA DISADAP

SBY Perintahkan Menlu Minta Keterangan Dubes Singapura dan Korsel

SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 19:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden SBY juga sudah mendengar kabar terbaru terkait penyadapan oleh negara asing. Dia mendengar isu di media massa bahwa Singapura dan Korea Selatan membantu Amerika Serikat dan Australia dalam penyadapan komunikasi negara-negara lain, walau tak disebutkan spesifik bahwa yang disadap adalah Indonesia.

"Saya dengar dari kalangan pers, anggota masyarakat, yang ingin tahu apa respons saya berkaitan dengan dugaan Singapura sebagai tetangga, sahabat dekat, sama-sama negara ASEAN, dan Korea Selatan sebagai salah satu sahabat baik Indonesia,  yang katanya membantu Asutralia dan Amerika Serikat dalam penyadapan komunikasi," kata SBY saat jumpa pers usai rapat terbatas membahas bencana Sinabung dan membahas hubungan Indonesia-Australia, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/11).

Menanggapi kabar tersebut, SBY tidak mengeluarkan banyak komentar. Sementara ini, SBY akan memerintahkan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natelegawa, untuk meminta penjelasan dari para Duta Besar kedua negara.


"Saya memerintahkan Menlu untuk meminta penjelasan dari Dubes-Dubes negara itu. Itu yang bisa saya respons dari berita itu," terangnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya