Berita

tb hasanuddin/net

Politik

Yang Jelas, Baik Mega Maupun Jokowi Mungkin Maju ke Pilpres

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 19:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ada tiga skenario yang akan dipertimbangkan PDI Perjuangan menghadapi pilpres 2014. Opsi pertama adalah memasangkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi).

Skenario kedua, mengusung Jokowi sebagai calon presiden dengan kader internal sebagai pendamping. Sedangkan pilihan ketiga adalah menyandingkan Jokowi dengan orang dari luar partai.

Politisi PDIP, Mayjen (Purn) Tubagus Hasanuddin, mengatakan, tiga skenario itu masih dipikir-pikir oleh Dewan Pimpinan Pusat.


"Saya ikuti saja skenario yang dilemparkan Ketua DPP, Djarot Saiful Hidajat ke media. Sudah ada tiga skenario kan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 25/11).

"Mungkin skenario kedua atau ketiga,. bisa juga skenario satu. Itu skenario resminya," tambahnya.

Menurut dia, DPP PDIP mempertimbangkan mana opsi paling mungkin. Ketika ditanya kapan penetapan capres dan cawapres diumumkan DPP, TB Hasanuddin menegaskan belum pasti.

"Nanti di ujung-ujung pertempuran akan diumumkan. Mungkin di hari ulang tahun partai. Nanti kita lihatlah, yang jelas baik Ibu Mega maupun Jokowi ada kemungkinan untuk maju," terang Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini.

Dari tiga skenario itu, nama Jokowi selalu ada. Sedangkan Mega cuma ada di skenario pertama. Apakah dengan demikian Jokowi pasti dicalonkan PDIP?

"Yang paling mungkin tidak ada dulu saat ini," singkatnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya