Berita

Politik

Nasdem: Sikap Ketua Bawaslu Bisa Bikin Rusuh

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 19:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengakui dirinya pernah dicoba disuap oleh utusan partai politik, dengan mobil mewah bermerk Toyota Camry. Tapi anehnya, sebagai ketua di institusi penegak hukum dalam pemilu, Muhammad malah tidak mau terbuka pada publik.
          
Partai Nasdem menganggap aneh sikap Ketua Bawaslu dan mendesak agar mengungkap siapa pelaku yang mencoba menyuap dengan mobil mewah tersebut. Tujuannya agar menjadi pelajaran bagi partai politik untuk tidak main-main dalam pemilu.
         
"Saya pikir kita perlu mendesak Ketua Bawaslu (Muhammad) untuk segera mengungkap dan menyampaikan siapa tokoh partai yang mencoba menyuap. Ungkap saja, apakah tokoh dari partai A, B, atau C," desak Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (19/11).


Jika Ketua Bawaslu Muhammad tidak mau mengungkap ke publik dan melapor kepada pihak-pihak berwajib seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka akan menimbulkan kecurigaan diantara partai politik yang ada.  Yang lebih menakutkan lagi, ujar Rio Capella, sikap Ketua Bawaslu secara tidak langsung memberi peluang kepada kepada partai politik untuk penyuapan.

Sikap Ketua Bawaslu bisa mengganggu keadilan dan kejujuran dalam menjalankan tahapan pemilu. Dia pun tidak memungkiri jika sikap Ketua Bawaslu akan membuat benih-benih kerusuhan di pemilu mendatang.

"Ini bikin rusuh karena tidak ada rasa ketidakadilan dan kejujuran," tegasnya.
         
Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari juga menilai aneh sikap Ketua Bawaslu Muhammad. Kata Taufik, orang pertama yang mengungkap adanya penyuapan mobil mewah adalah Ketua Bawaslu itu sendiri.[dem]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya