Berita

girindra sandino/net

Politik

KIPP Dorong Ketua Bawaslu Mundur dari Jabatan

SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 14:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad bisa disebut menutupi kejahatan demokrasi dan melecehkan kode etik penyelenggara pemilihan umum, dan mengacaukan penyelenggaraan pemilu 2014 .

Demikian dikatakan Koordinator Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Girindra Sandino, sehubungan dengan pernyataan Muhammad bahwa ada upaya penyuapan dari salah satu utusan parpol peserta pemilu berupa mobil Camry kepadanya.
 
"Ketua Bawaslu harus segera melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena sudah masuk ranah tindak pidana korupsi. Dan KPK harus segera mengambil langkah-langkah konkret terkait peryataan Ketua Bawaslu tentang adanya upaya penyuapan," ujar Girindra beberapa saat lalu (Senin, 18/11).


Menurutnya, tindakan Ketua Bawaslu seperti "tembakan membabi buta" terhadap parpol peserta pemilu, sehingga berpotensi besar menurunkan kredibilitas parpol peserta pemilu, membingungkan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pemilu, khususnya pada lembaga Bawaslu hingga tingkat lapangan sebagai pengawas pemilu (penegakan hukum). Maka  KIPP Indonesia mendesak agar Komisi II DPR RI memanggil Bawaslu agar menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

KIPP Indonesia mendukung penuh langkah LSM lain yang mendesak Ketua Bawaslu agar mundur dari jabatannya  jika tidak ada kelanjutan untuk berterus terang kepada publik dan melapor kepada KPK,

"Karena dikhawatirkan akan berdampak fatal pada proses penyelenggaraan pemilu 2014, atau bisa dibilang 'cacat politik' penyelenggaraan pemilu 2014," tandas Girindra. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya