Berita

edhie baskoro yudhoyono/net

Hukum

Yulianis: Aneh Sekali Kalau Saya Tak Sebut Nama Ibas

JUMAT, 15 NOVEMBER 2013 | 19:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Isu aliran US$ 200 ribu kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, masih menggantung. Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, masih bersikeras bahwa aliran dana ke putra bungsu Presiden SBY itu tercantum dalam catatan yang dimilikinya.

"Nama Mas Ibas ada di catatan uang keluar. Kalau saya tak sebut nama Beliau kan aneh sekali. Beliau ada di list saya, masa saya tak sebutkan? Berarti saya merekayasa, menutupi data yang ada," terangnya dalam wawancara khusus lewat telepon dengan Metro TV beberapa saat lalu (Jumat malam, 15/11).
 
"Data yang saya punya sekarang ada di KPK, sudah dari 2011 sejak saya dijemput," tambahnya.


Namun, Yulianis tidak tahu apakah uang itu sampai di tangan Ibas atau tidak, karena Nazaruddin yang mengklaim uang tersebut akan diberikan kepada Ibas.

"Pak Nazar sendiri yang katakan untuk Ibas. Dia minta dan saya berikan. Kalau mau tahu uangnya sampai atau tidak tanya kepada Pak Nazar," tegasnya.

Dalam kesempatan wawancara lewat telepon itu, Yulianis mengaku selama ini mendapat tekanan, namun tidak secara fisik, karena membeberkan data-data yang menyinggung Ibas. Teror yang dimaksudnya adalah teror lewat media massa dan ancaman kriminalisasi.

"Saya anggap itu dinamika dalam hidup saya , saya anggap itu harus saya jalani," tutupnya.

Pada Rabu 20 Maret 2013, Edhie Baskoro Yudhoyono sudah melaporkan Yulianis ke Polda Metro Jaya terkait pengakuan perempuan itu soal catatan aliran dana ke dirinya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya