Berita

Politik

Gerindra Maklum Gramedia Tolak Edarkan Buku Prabowo Subianto

JUMAT, 15 NOVEMBER 2013 | 11:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Buku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang berjudul "Surat untuk Sahabat" ditolak kelompok toko buku terbesar Indonesia, Gramedia. Buku dengan tebal  270 halaman itu adalah kumpulan surat yang Prabowo kirimkan selama dua tahun terakhir kepada jutaan orang yang tergabung dalam jaringan Facebook miliknya.

Kabid Kominfo DPP Gerindra, Ondy A. Saputra, menjelaskan, penolakan dari Gramedia itu diterima resmi oleh Prabowo kemarin (Kamis, 14/11). Prabowo menerima keterangan tertulis dari manajemen Toko Buku Gramedia melalui penerbit Mediakita yang menjelaskan bahwa bukunya ditolak beredar di toko buku mereka.

Ondy jelaskan pula, menurut manajemen Toko Buku Gramedia, buku "Surat untuk Sahabat" dikhawatirkan termasuk kategori political campaign, atau marketing campaign Partai Gerindra. Paket buku dianggap mendorong pembaca untuk memahami, mendukung serta mengajak orang lain untuk mendukung perjuangan Partai Gerindra.


"Manajemen Toko Buku Gramedia tidak menghendaki tokonya dijadikan wadah promosi Partai Gerindra" ujar Ondy dalam penjelasan persnya, Jumat (15/11).

Ondy tegaskan bahwa Partai Gerindra tidak mempersoalkan keputusan manajemen Toko Buku Gramedia. Menolak peredaran buku Prabowo adalah sepenuhnya hak manajemen. Toh, buku Prabowo itu masih bisa didapatkan publik di toko buku lainnya maupun toko buku online.

"Saya perlu revisi pernyataan, agar pendukung Prabowo dan Gerindra yang ingin memiliki buku Prabowo tidak perlu mencari di Toko Buku Gramedia karena sudah pasti tidak ada. Kalau buku tulisan calon presiden dari partai lain mungkin ada di sana. Tapi bukan buku tulisan calon presiden dari Gerindra" tutup Ondy. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya