Berita

DR. Rizal Ramli/net

QUATRO DEFICIT

Analisa RR tentang Ketidakmampuan Pemerintah Ternyata Benar...

SABTU, 09 NOVEMBER 2013 | 23:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Prediksi ekonom senior DR. Rizal Ramli yang disampaikan dua bulan lalu tentang ketidakmampuan pemerintah mengelola makro ekonomi ternyata benar.

Di bulan September lalu, anggota panel ahli UNDP itu menyoroti fenomena empat defisit atau quatro deficit yang terjadi bersamaan. Gejala quatro deficit tersebut, sebut Rizal Ramli ketika itu, sudah terlihat sejak dua tahun terakhir.

Defisit pertama terjadi pada neraca perdagangan sebesar minus 6 miliar dolar AS. Empat tahun lalu neraca perdagangan Indonesia sempat surplus 32 miliar dolar AS. Defisit kedua pada transaksi berjalan sebesar minus 9,8 miliar dolar AS, yang menjadikannya sebagai defisit transaksi berjalan terbesar sejak 1998. 


Defisit berikutnya terjadi pada neraca pembayaran yang minus 4 miliar dolar AS. Adapun defisit anggaran lebih besar lagi akibat realisasi pendapatan pajak semester I berada di bawah target. Keadaan ini diperparah dengan kenaikan pengeluaran biaya pembelian BBM dari luar negeri.

Kepada redaksi dalam pembicaraan beberapa saat lalu (Sabtu malam, 9/11), Rizal Ramli yang sedang berada di New York untuk menghadiri pertemuan panel ahli UNDP mengatakan bahwa defisit pada neraca perdagangan sampai akhir tahun akan melonjak dari minus 6 miliar dolar AS menjadi minus 8 miliar.

"Tidak aneh kalau nilai rupiah kembali loyo dan menembus Rp 11.400 per dolar AS," ujarnya.

Lebih lanjut tokoh yang kerap disebut sebagai satu seorang calon presiden alternatif ini mengatakan, ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan masalah quatro deficit ini semakin tampak nyata.

"Diagnosa masalah, yaitu terlalu banyak impor, tidak nyambung dengan solusi kebijakan yang diambil. Misalnya mempercepat liberalisasi dan mengimpor komponen mobil murah dengan tarif nol persen," demikian mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan ini. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya