Berita

raja muhammad vi/net

Muhammad VI: Rakyat Maroko Siap Berkorban untuk Keutuhan Teritori

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 16:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kerajaan Maroko akan tetap bekerjasama dengan PBB, negara-negara sahabat dan berbagai organisasi internasional yang bergerak di bidang perlindungan HAM untuk mewujudkan perdamaian abadi di kawasan Sahara. Di sisi lain, Kerajaan Maroko menolak segala manuver yang dilakukan oleh berbagai pihak yang dengan berbagai cara mencoba menghancurkan reputasi negara itu.

Demikian antara lain disampaikan Raja Muhammad VI dalam pidato yang disampaikannya untuk mengenang 38 tahun peristiwa Green March yang terjadi pada 6 November 1975.

Ketika itu ratusan ribu rakyat Maroko bergerak dari wilayah utara kerajaan itu yang sudah lepas dari pendudukan Prancis menuju ke wilayah selatan yang masih dikuasai Spanyol. Prancis dan Spanyol membagi dua wilayah Kerajaan Maroko dalam Perjanjian Fez tahun 1920.


Prancis meninggalkan wilayah utara Maroko pada 1956. Green March dilakukan untuk menekan Spanyol agar angkat kaki dari Sahara.

Raja Muhammad VI dalam sambutan tersebut, seperti dikutip dari MAP, mengatakan bahwa rakyat Maroko memiliki kesadaran yang sama mengenai integritas teritori, dan memiliki kemauan untuk berkorban demi keutuhan wilayah tersebut.

“Pada kenyataannya, isu Sahara merupakan kepentingan setiap warganegara Maroko,” ujarnya lagi.

Ia juga mengatakan, Maroko konsisten menjalankan agenda demokrasi, pembangunan ekonomi dan perlindungan HAM setiap warganegara Maroko.

“Tujuan kami adalah menemukan solusi politik atas konflik artifisial yang diciptakan pihak lain atas integritas teritori kami, dalam kerangka otonomi yang telah diakui sebagai proposal yang serius, kredibel dan memiliki semangat yang realistis,” ujar Muhammad VI lagi.

Model pembangunan wilayah selatan Maroko, sebutnya, dilaksanakan dengan menyediakan investasi untuk berbagai megaproyek yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dan berbagai aspek sosial-ekonomi lainnya.

Pembangunan di wilayah selatan pun menggunakan pendekatan yang memberikan perlindungan maksimal terhadap alam dan memperhatikan keberlanjutan pembangunan di masa depan dengan menekankan pada penggunaan energi terbarukan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya