Berita

Sengman/net

Kenapa KPK Belum juga Periksa Sengman?

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 00:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sengman kembali disampaikan pegiat anti korupsi. Dalam persidangan kasus suap impor daging sapi terungkap Sengman sebagai utusan Presiden SBY.

"Kenapa belum juga diperiksa, ada apa?" keluh Koordiantor Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (5/11).

Boyamin mengingatkan publik akan mempertanyakan sekaligus tidak puas dengan KPK karena belum juga memeriksa Sengman padahal namanya muncul di persidangan dua bulan lalu.


Nama pengusaha asal Sumatera itu sudah muncul dalam rekaman yang diputar di pengadilan. Terungkap, Ahmad Fathanah menyampaikan kepada Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, bahwa uang Rp 40 miliar sudah dikirim melalui Sengman dan Hendra. Ketika ditanya oleh majelis hakim siapa Sengman, sepengetahuan Ridwan, dia adalah utusan Presiden SBY.

"Tugas KPK membongkar korupsi, bukan menciptakan misteri-misteri baru. Indikasi awal soal Sengman sudah terungkap, apa lagi yang ditunggu," desak Boyamin.

Boyamin pun mengeluhkan kebiasaan buruk KPK yang bombastis di awal menangani satu kasus tapi kemudian melempem dalam menyeret pihak-pihak lain yang terungkap baik dalam proses penyidikan maupun di persidangan.

"Jangan cuma mampu menyeret pihak-pihak yang ditangkap hasil operasi tangkap tangan dong," keluh Boyamin lagi.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya