Berita

ilustrasi/net

Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

SELASA, 05 NOVEMBER 2013 | 19:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ratusan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi, rusak diterjang angin puting beliung. Angin puting beliung di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa hari terakhir terus meluas.

Sedikitnya 150 rumah rusak akibat bencana tersebut, namun mayoritas rusak ringan dan rusak pada bagian atapnya.

"Saat ini kami masih melakukan pendataan. Jumlah rumah yang rusak dipastikan bertambah," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Selasa (5/11).


Empat kecamatan yang diterjang angin puting beliung yakni Kecamatan Nagrak, Cibadak, Parungkuda dan Warungkiara. Untuk jumlah rumah yang rusak berat dan sedang hanya beberapa saja, seperti di Kecamatan Nagrak, rumah yang rusak berat disebabkan tertimpa pohon besar saat kejadian.

BPBD Sukabumi menyalurkan bantuan darurat kepada masing-masing korban. Untuk warga yang rumahnya rusak berat untuk sementara diungsikan ke tempat yang lebih aman dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga akan segera memberikan bantuan materil kepada para korban badai angin yang terjadi dalam tiga hari terakhir ini.

"Tidak hanya rumah yang rusak akibat bencana tersebut, tetapi badai angin juga menumbangkan beberapa pohon besar di kecamatan tersebut, bahkan akibat pohon tumbang ini aliran listrik untuk warga sekitar terganggu karena kabelnya putus setelah tertimpa pohon itu," tambahnya.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya