Berita

Politik

Demokrat: Kesimpulan LSI Bukan Akhir Segalanya

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 05:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menyebut Partai Demokrat tidak bisa mencalonkan presiden dalam Pemilu 2014 karena elektabilitas partai besutan Presiden SBY itu hanya sebesar 9,8 persen. Bagi kader Demokrat, kesimpulan hasil survei tersebut tidak mengecilkan perjuangan bahkan jadi cambuk untuk terus meraih simpati rakyat.

"Hasil survei bukan akhir segalanya bagi Demokrat," kata Yudhi Kusbiantoro, funsionaris DPD Partai Demokrat Yogyakarta dalam siaran persnya, tadi malam (Minggu, 3/10).

Yudhi mengatakan masih ada waktu sekitar lima bulan bagi partai untuk berbenah. Lima bulan adalah waktu yang efektif bagi seluruh kekuatan Demokrat untuk melakukan konsolidasi internal dan jadi corong dalam mensosialisasikan seluruh program dan kinerja sukses pemerintah.


"Dalam politik bagaimana kita menutup permainan bukan bagaimana perform awal pemainan," katanya.

Ia mengatakan dalam lima bulan ke depan Demokrat punyai tigaa pekerjaan besar besar, yakni mengawal kerja Presiden SBY agar di akhir masa jabatanya mencetak prestasi gemilang, mengajak seluruh kader meninggalkan perilaku elitis dan kembali kepada rakyat, serta melokalisir isu di kalangan elite partai dan memberikan tugas kepada beberapa orang kader yang mempunya kapasitas.

"Dengan demikian Demokrat akan kembali berjaya dan tidak tergerus oleh opini survei yang mau tidak mau akan menggangu psikologis kader," ungkapnya.

"Jika selama ini simpul-simpul ormas Demokrat yang ikut membesarkan Demokrat tahun 2004 dan 2009 sering dilupakan banyak pihak sudah saatnya bekerja dan berkoordinasi dalam rangka memberi penguatan di gressroot," pungkas Dewan Pakar Jaringan Nusantara (JN) Yogyakarta itu.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya