Berita

rizal ramli/rmol

Rizal Ramli Apresiasi Habitat Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga

SABTU, 02 NOVEMBER 2013 | 17:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR. Rizal Ramli menyambut baik langkah Habitat for Humanity Indonesia membangun rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu. Menurutnya, program yang dilakukan LSM satu-satunya di Indonesia yang fokus dengan bidang perumahan itu menunjukkan keberpihakan terhadap warga yang kekurangan.

"Idenya bagus sekali, ini salah satu cara kalangan yang ekonominya lebih baik bisa membantu orang kurang mampu," kata Rizal Ramli saat ditemui Rakyat Merdeka Online di sela pembangunan rumah layak huni oleh Habitat for Humanity Cabang Surabaya di Dukuh Kupang Utara, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/11).

Selain memberikan apresiasi, Rizal Ramli juga kagum dengan para sukarelawan Habitat. Tidak hanya memberikan bantuan berupa uang, mereka juga menyumbangkan tenaga dengan ikut membangun rumahnya. Diantara sukarelawan yang rela panas-panasan itu adalah pengusaha sukses yang juga pendiri Saratoga Group Edwin Soeryadjaya, CEO Lautan Luas Jimmy Masrin dan Direktur Bank BSI Jimmy Lie.


"Di sini ada temen-temen pengusaha yang sebetulnya tidak perlu melakukan ini (panas-panasan menyumbangkan tenaga). Ini sangat istimewa sekali," imbuh Menteri Koordinator Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

"Ini pengalaman tersendiri buat saya. Baru kali ini ikut membangun rumah, dan ternyata lumayan capek. Benar-bener pengalaman yang bagus," kagum Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) yang terlihat semangat saat ikut membangun rumah milik Muslim, satu dari empat warga penerima bantuan.

Rizal Ramli mengatakan, program yang dilakukan Habitat for Humanity Indonesia sejak 1997 tersebut sangat bagus. Untuk itu ia berharap, ke depan program yang idenya didasari oleh Presiden AS Jimmy Carter itu bisa terus dijalankan.

"Saya terharu buat yang punya rumah. Buat kita (pengusaha) membangun rumah hal yang biasa. Tapi buat kalangan yang tidak mampu, mempunyai rumah cita-cita yang tinggi sekali. Sekarang mereka akan punya rumah layak, maka sudah pasti keluarga mereka bisa lebih baik," imbuh penasehat ahli ekonomi PBB ini.

Sejak berdiri tahun 1997 Habitat for Humanity Indonesia sudah melayani 39 ribu keluarga di 40 kotamadya/kabupaten di 13 provinsi di tanah air. Pembangunan rumah layak huni di Dukuh Kupang Utara yang pembangunannya dimulai tadi pagi, merupakan program lanjutan. Sebelumnya di wilayah tersebut Habitat cabang Surabaya sudah membangun rumah layak huni untuk 63 keluarga tidak mampu.

"Ini inisiatif yang bagus dari swasta tapi tidak cukup. Pemerintah harusnya mengambil inisiatif yang lebih masif," pinta Rizal Ramli.

Persoalan rumah bagi rakyat, kata dia, bisa diatasi apabila pemerintah serius dan mau melakukannya. Kendala utama rakyat tidak memiliki rumah yang layak adalah karena tidak punya tanah.

"Kalau pemda dan pemerintah pusat mau menyelesaikan masalah, bisa kasih tanah gratis ke rakyat. Kalau tanahnya gratis, yang dibutuhkan tinggal biaya kostruksinya," demikian Rizal Ramli.[ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya