Berita

Politik

Kiai Hasyim Ingatkan Keluarga PKI Jangan Cari Gara-gara

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 21:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bentrokan antara massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dan Forum Komunikasi Putra-Putri  TNI-POLRI (FKPPI) dengan keluarga Partai Komunis Indonesia di Yogyakarta, Minggu 27 Oktober lalu, merupakan lampu kuning untuk keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depan karena menyangkut luka sejarah tahun 1965 dan 1948.

"Seharusnya kedua kelompok menahan diri," tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Hasyim, era reformasi telah membebaskan mereka dari kungkungan politik orde baru. Kebebasan itu sebenarnya sudah cukup bagi mereka. Kini, keluarga atau keturunan PKI telah mempunyai hak-hak yang sama dengan warganegara yang lain.


Kini, katanya juga, keluarga dan keturunan PKI telah banyak yang mengisi pos-pos penting di Negara ini. Mereka bebas menjadi anggota parlemen, Ketua komisi DPR RI, masuk departemen-departemen, jadi pegawai negeri, gubernur, dan masuk Istana dan sebagaianya.

"Kalau itu masih kurang diterima dan mereka akan menghidupkan kembali luka lama, maka NKRI akan terkoyak lagi. Tuntutan agar negara maminta maaf kepada PKI, minta ganti rugi, dilakukan pengadilan jendral dan ulama tertentu mencari gara-gara," katanya.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini mengungkapkan, Indonesia tak seperti Vietnam dan bukan pula seperti Kamboja.

"Mereka telah menggunakan HAM sebagai kendaraan strategis, sering melapor ke internasional, serta mampu menggiring publik opini. Itu bukan berarti mereka bebas berbuat semau mereka," kata Hasyim.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya