Berita

Politik

Prabowo: Kekayaan Bangsa Bocor, Kita Tidak Bisa Lagi Salahkan Belanda

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 18:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto hari Rabu malam waktu Belanda mengadakan silaturahmi di Novotel City Center, kota Den Haag dengan warga negara Indonesia yang tinggal di Eropa. Pada acara yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Indonesia itu, Prabowo menceritakan kondisi ekonomi terkini yang dialami oleh bangsa Indonesia.

"Seperti halnya pada jaman penjajahan Belanda, saat ini bangsa kita bekerja untuk kemakmuran bangsa lain," ujar Prabowo dalam keterangan persnya yang disampaikan oleh Media Center Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (31/10).

"Sebagian besar rakyat kita hanya menjadi kacung di negeri sendiri. Kekayaan kita terus mengalir ke luar negeri. Dahulu kita bisa menyalahkan Belanda, sekarang sudah tidak bisa lagi," tambahnya.


Prabowo mengatakan, kondisi yang saat ini dialami oleh bangsa Indonesia serupa dengan isi pidato Bung Karno yang berjudul 'Indonesia Menggugat'. Bedanya, jika bung Karno menghitung kebocoran kekayaan bangsa dalam mata uang Gulden, sekarang Prabowo menghitung kebocoran bangsa dalam mata uang dolar Amerika.

Prabowo mengakhiri pidatonya dengan mengajak segenap masyarakat Indonesia di Eropa untuk pulang dan bersama-sama membangun Indonesia. Prabowo menjanjikan jika ia mendapatkan mandat untuk menjalankan pemerintahan tahun depan, ia akan membuka kesempatan bagi putera dan puteri terbaik bangsa untuk bersinergi di sektor publik.

"Saudara sekarang memiliki kesempatan yang baik untuk belajar dari bangsa Eropa. Raih ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, dan pada waktunya saudara harus kembali dan ikut membangun Indonesia," kata Prabowo.

"Tantangan harus kita hadapi dengan positif. Kekurangan dan kelemahan bangsa kita harus kita cari tahu dan kita cari solusinya. Solusinya ada, potensinya ada, dengan tidak terlalu susah asal ada kehendak yang keras Indonesia bisa menjadi kekuatan dunia yang berwibawa" tutup Prabowo.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya