Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto hari Rabu malam waktu Belanda mengadakan silaturahmi di Novotel City Center, kota Den Haag dengan warga negara Indonesia yang tinggal di Eropa. Pada acara yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Indonesia itu, Prabowo menceritakan kondisi ekonomi terkini yang dialami oleh bangsa Indonesia.
"Seperti halnya pada jaman penjajahan Belanda, saat ini bangsa kita bekerja untuk kemakmuran bangsa lain," ujar Prabowo dalam keterangan persnya yang disampaikan oleh Media Center Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (31/10).
"Sebagian besar rakyat kita hanya menjadi kacung di negeri sendiri. Kekayaan kita terus mengalir ke luar negeri. Dahulu kita bisa menyalahkan Belanda, sekarang sudah tidak bisa lagi," tambahnya.
Prabowo mengatakan, kondisi yang saat ini dialami oleh bangsa Indonesia serupa dengan isi pidato Bung Karno yang berjudul 'Indonesia Menggugat'. Bedanya, jika bung Karno menghitung kebocoran kekayaan bangsa dalam mata uang Gulden, sekarang Prabowo menghitung kebocoran bangsa dalam mata uang dolar Amerika.
Prabowo mengakhiri pidatonya dengan mengajak segenap masyarakat Indonesia di Eropa untuk pulang dan bersama-sama membangun Indonesia. Prabowo menjanjikan jika ia mendapatkan mandat untuk menjalankan pemerintahan tahun depan, ia akan membuka kesempatan bagi putera dan puteri terbaik bangsa untuk bersinergi di sektor publik.
"Saudara sekarang memiliki kesempatan yang baik untuk belajar dari bangsa Eropa. Raih ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, dan pada waktunya saudara harus kembali dan ikut membangun Indonesia," kata Prabowo.
"Tantangan harus kita hadapi dengan positif. Kekurangan dan kelemahan bangsa kita harus kita cari tahu dan kita cari solusinya. Solusinya ada, potensinya ada, dengan tidak terlalu susah asal ada kehendak yang keras Indonesia bisa menjadi kekuatan dunia yang berwibawa" tutup Prabowo.
[dem]